
PALANGKA RAYA – Sebuah momen dalam acara penutupan Kalteng Expo 2026 di Bundaran Besar Palangka Raya mendadak viral di media sosial setelah seorang warga secara spontan menyampaikan keluhan mengenai kondisi jalan rusak di Kalimantan Tengah.
Peristiwa itu terjadi pada Sabtu malam (23/5/2026) saat pembawa acara memberikan kesempatan kepada masyarakat untuk menyampaikan aspirasi di hadapan ribuan pengunjung yang memadati lokasi acara.
Seorang warga asal Muara Teweh kemudian angkat bicara mengenai kondisi jalan penghubung Palangka Raya–Muara Teweh yang dinilai sudah lama rusak dan membutuhkan perhatian serius pemerintah.
“Tolong diperbaiki jalan raya, terutama yang dari Palangka Raya ke Muara Teweh,” ucap warga tersebut yang langsung disambut tepuk tangan meriah dari masyarakat yang hadir.
Namun suasana berubah ketika MC acara, Saipin Idrus, merespons dengan pertanyaan singkat, “Jalan yang mana?” sambil beberapa kali tertawa. Respons itu langsung memicu reaksi beragam dari masyarakat dan dianggap kurang menunjukkan empati terhadap keluhan warga.
Potongan video interaksi tersebut dengan cepat menyebar di TikTok, Instagram, hingga Facebook. Ribuan komentar membanjiri unggahan video, sebagian besar mengkritik sikap MC yang dinilai tidak peka terhadap persoalan infrastruktur yang dirasakan masyarakat.
Berbagai komentar satire pun bermunculan di media sosial. Warganet menilai momen yang seharusnya menjadi ruang aspirasi publik justru berubah menjadi polemik karena respons pembawa acara.
Ramainya kritik akhirnya membuat Saipin Idrus menyampaikan permintaan maaf terbuka kepada masyarakat Kalimantan Tengah melalui sebuah pernyataan tertulis yang diunggah di media sosial.
Dalam klarifikasinya, Saipin menyebut tidak memiliki maksud untuk menyinggung masyarakat. Ia mengaku hanya ingin memastikan ruas jalan yang dimaksud oleh warga karena menurut pemahamannya tidak seluruh jalur Palangka Raya–Muara Teweh berada dalam kondisi rusak.
“Saya ingin menyampaikan permintaan maaf kepada seluruh masyarakat Kalimantan Tengah yang merasa kurang nyaman atau tersinggung atas ucapan saya,” tulis Saipin dalam pernyataannya.
Ia juga berharap kejadian tersebut menjadi pelajaran agar dirinya lebih berhati-hati dalam bertutur kata di ruang publik.
Hingga kini, video tersebut masih menjadi perbincangan hangat di media sosial dan memunculkan diskusi luas mengenai pentingnya empati pejabat publik maupun pembawa acara dalam merespons aspirasi masyarakat.