
KETAPANG, KDK.NEWS – Kelompok masyarakat yang mengatasnamakan Bala Pangayo Kalimantan Barat menyampaikan pernyataan sikap terkait kondisi distribusi bahan bakar minyak (BBM) yang disebut mengalami gangguan di wilayah Desa Bengaras, Kecamatan Sungai Laur, Kabupaten Ketapang.
Dalam pernyataan tersebut, mereka menyebut terhentinya pasokan BBM berdampak langsung terhadap aktivitas masyarakat, mulai dari transportasi, kegiatan ekonomi, hingga kebutuhan sehari-hari warga di wilayah pedalaman.
Mewakili masyarakat Desa Bengaras dan sekitarnya, Bala Pangayo Kalimantan Barat meminta Pemerintah Provinsi Kalimantan Barat serta PT Pertamina (Persero) melalui Regional Office Pontianak untuk segera mengambil langkah konkret guna memastikan distribusi BBM kembali berjalan normal.
Terdapat tiga tuntutan utama yang disampaikan, yakni:
1. Meminta Pemerintah Provinsi Kalimantan Barat segera membantu pemulihan distribusi BBM ke wilayah Sungai Laur.
2.Meminta pihak Pertamina segera mengirimkan pasokan BBM ke daerah terdampak.
3. Memberikan batas waktu 3 x 24 jam agar persoalan tersebut ditindaklanjuti.
Dalam pernyataannya, kelompok tersebut juga menyampaikan bahwa apabila pasokan BBM tidak kunjung tersedia dalam tenggat waktu yang diberikan, mereka akan mempertimbangkan langkah-langkah aksi lanjutan sebagai bentuk protes terhadap kondisi yang terjadi.
Situasi kelangkaan BBM di wilayah pedalaman dinilai memiliki dampak besar terhadap mobilitas warga dan roda perekonomian lokal. Karena itu, masyarakat berharap pemerintah dan pihak terkait segera memberikan penjelasan serta solusi agar kebutuhan energi masyarakat dapat terpenuhi.
Hingga berita ini ditulis, belum terdapat keterangan resmi dari Pemerintah Provinsi Kalimantan Barat maupun pihak Pertamina terkait tuntutan yang disampaikan oleh Bala Pangayo Kalimantan Barat.