
JAKARTA, — Presiden Republik Indonesia Prabowo Subianto menggelar rapat terbatas bersama jajaran Kabinet Merah Putih di Istana Negara, Jakarta, Senin (12 Oktober 2026). Rapat tersebut membahas percepatan penanganan kebakaran hutan dan lahan (karhutla), sekaligus merespons penyebaran kabut asap yang berdampak hingga ke negara tetangga.
Dalam pertemuan tersebut, Presiden menegaskan pentingnya langkah penanggulangan karhutla yang cepat, terarah, dan terkoordinasi, khususnya di wilayah Sumatra dan Kalimantan yang terdampak kebakaran.Berdasarkan keterangan yang disampaikan melalui akun resmi Presiden, upaya pemadaman masih berlangsung di area sekitar 639 hektare yang tersebar di enam provinsi.
Pemerintah juga mengintensifkan penanganan di lapangan dengan mengerahkan lebih dari 60 ribu personel gabungan.Selain pengerahan personel, upaya pemadaman dilakukan melalui operasi water bombing dan Operasi Modifikasi Cuaca (OMC) untuk membantu mengendalikan kebakaran serta mengurangi risiko meluasnya titik api.
Kabut Asap Kalimantan, Masyarakat Menanti Langkah NyataMeski pemerintah telah menggelar rapat koordinasi dan mengerahkan sumber daya untuk penanganan karhutla, persoalan kabut asap di Kalimantan masih menjadi perhatian masyarakat.Warga berharap penanganan tidak hanya berfokus pada pemadaman api, tetapi juga pada perlindungan kesehatan masyarakat, terutama anak-anak, lansia, serta kelompok rentan yang terpapar asap kebakaran.
Sejumlah masyarakat juga berharap pemerintah mempertimbangkan penetapan status bencana nasional apabila kondisi dan dampak karhutla memenuhi kriteria yang ditetapkan. Langkah tersebut dinilai perlu dikaji secara serius agar penanganan dapat dilakukan secara terpadu sesuai kebutuhan di lapangan.

Salah satu komentar masyarakat dalam unggahan tersebut menyuarakan keresahan warga Kalimantan yang masih harus menghirup udara tercemar asap. Warga juga mempertanyakan perlunya langkah yang lebih tegas agar persoalan karhutla tidak terus berulang setiap tahun.
Pemerintah Diminta Memperkuat PencegahanPresiden turut menekankan agar seluruh jajaran pemerintah memperkuat langkah pencegahan dan penanganan karhutla serta memastikan sumber daya dikerahkan secara optimal.Pemerintah juga memperhatikan perkiraan datangnya musim hujan yang diprediksi mulai merata pada pertengahan hingga akhir Oktober 2026.
Namun, upaya pemadaman dan pencegahan tetap diperlukan untuk mengantisipasi kebakaran yang masih berlangsung.Bagi masyarakat Kalimantan, harapan utama bukan sekadar rapat dan pernyataan, melainkan langkah nyata yang dapat dirasakan langsung: api segera padam, kabut asap berkurang, kualitas udara membaik, dan aktivitas warga kembali berjalan dengan aman.
KDKnews‼️ — Informasi, Aspirasi, dan Suara Masyarakat