
KDK NEWS — Kreator konten ternama Bobon Santoso melayangkan kritik keras terhadap fenomena kebakaran hutan dan lahan (karhutla) yang terus berulang dan menyengsarakan masyarakat. Melalui unggahan di media sosialnya, Bobon secara tegas meminta pihak berwenang agar tidak lagi mengategorikan tindakan pembakaran hutan yang disengaja sebagai tindak pidana lingkungan biasa, melainkan sebagai pembunuhan berencana.
“TETAPKAN PEMBAKARAN HUTAN YANG DISENGAJA SEBAGAI PEMBUNUHAN BERENCANA!” tulis Bobon Santoso dalam unggahan visual di Instagram @bobonsantoso.
Langkah ini diambil Bobon sebagai bentuk empati dan pembelaan terhadap masyarakat, khususnya di wilayah Kalimantan dan Sumatra, yang harus menghirup asap beracun selama berminggu-minggu bahkan berbulan-bulan akibat ulah oknum tidak bertanggung jawab. Menurutnya, dampak karhutla bukan sekadar merusak pohon, melainkan secara perlahan merenggut kesehatan dan mengancam nyawa jutaan manusia secara sadar dan terencana demi keuntungan ekonomi sepihak.
Desakan Penegakan Hukum yang Nyata
Pernyataan menohok dari Bobon Santoso ini langsung memicu reaksi besar dari warganet yang juga merasakan keresahan serupa. Publik menilai jeratan hukum normatif saat ini belum memberikan efek jera yang maksimal bagi para pelaku lapangan maupun korporasi di balik layar.
Dalam narasi unggahannya, Bobon juga menyelipkan pesan keprihatinan yang mendalam agar kepolisian dan pemerintah bergerak lebih agresif. “Pak Polisi, lindungi kami dari pembunuhan berencana ini. Sesuai dengan slogan baru kalian ‘Polisi Bersama Masyarakat’ kami butuh ketegasan kalian dalam melindungi kami,” tulisnya, sembari menyematkan akun resmi jajaran kepolisian dan Presiden RI.
Tuntutan radikal dari figur publik ini menjadi cerminan dari akumulasi kekecewaan masyarakat luas. Ketika hutan sengaja dibakar dan rakyat dipaksa bertaruh nyawa menghadapi infeksi saluran pernapasan (ISPA), tindakan tegas tanpa kompromi adalah satu-satunya jawaban yang ditunggu di lapangan.