
KALIMANTAN TENGAH — Kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di kawasan Taman Nasional Tanjung Puting, Kalimantan Tengah, menjadi perhatian di tengah upaya pemadaman yang masih berlangsung. Relawan dilaporkan mulai kewalahan dan berharap adanya dukungan tambahan dari pemerintah pusat.
Dalam unggahan akun Instagram @pendakilawas pada Sabtu (11/10/2026), kebakaran disebut masih mengancam kelestarian hutan dan habitat satwa liar di kawasan konservasi tersebut.
Para relawan bersama petugas di lapangan terus berupaya memadamkan api. Namun, kondisi kebakaran yang meluas dan tantangan medan menjadi perhatian dalam penanganan karhutla.
Informasi yang beredar juga menyebutkan bahwa luas area terdampak kebakaran telah mencapai lebih dari 4.524 hektare. Angka tersebut masih perlu dikonfirmasi melalui data resmi dari instansi berwenang.
Taman Nasional Tanjung Puting berada di wilayah barat daya Kalimantan Tengah, mencakup Kabupaten Kotawaringin Barat dan Kabupaten Seruyan. Kawasan ini dikenal sebagai habitat penting bagi orangutan dan berbagai satwa liar lainnya.
Kebakaran di kawasan konservasi tersebut tidak hanya mengancam ekosistem hutan, tetapi juga berpotensi mengganggu habitat satwa serta aktivitas masyarakat dan pariwisata di sekitarnya.
Relawan berharap pemerintah pusat dapat memberikan dukungan tambahan sesuai kebutuhan lapangan, termasuk penguatan sarana pemadaman apabila diperlukan.
Penanganan karhutla membutuhkan koordinasi lintas instansi, dukungan personel dan peralatan, serta pemantauan berkelanjutan untuk mencegah api meluas dan melindungi kawasan konservasi.