
KUBU RAYA – Menyambut Intruksi MADN Jajaran Dewan Adat Dayak (DAD) Kabupaten Kubu Raya, unsur Ketimanggongan, Ormas Mangkok Merah DPC Kubu Raya, serta masyarakat Dayak Kubu Raya melaksanakan Ritual Adat Bapinta Ujatn di situs keramat Ne Oto’.
Pelaksanaan ritual adat tersebut menjadi wujud penghormatan terhadap nilai-nilai adat, tradisi, serta warisan leluhur masyarakat Dayak yang terus dijaga dan dilestarikan secara turun-temurun.
Ritual Bapinta Ujatn dilaksanakan dengan penuh kekhidmatan dan kegiatan tersebut adalah bentuk iktiar Spiritual bertujuan memohon Doa Kepada sang Jubata untuk menurunkan hujan dan harapan nya udara dapat segera menjadi normal kembali Seluruh pihak yang hadir bersama-sama mengikuti rangkaian adat sebagai bentuk penghormatan terhadap situs keramat dan nilai spiritual yang terkandung di dalam tradisi masyarakat adat.
Kegiatan ini juga memperlihatkan kuatnya semangat kebersamaan antara lembaga adat, para tokoh adat, organisasi masyarakat, serta masyarakat Dayak Kubu Raya dalam menjaga identitas dan kearifan lokal.

Keberadaan situs keramat Ne Oto’ memiliki arti penting bagi masyarakat adat. Oleh karena itu, menjaga dan menghormati situs-situs adat merupakan bagian dari tanggung jawab bersama dalam mempertahankan warisan budaya agar tetap dikenal oleh generasi penerus.
Melalui pelaksanaan Ritual Adat Bapinta Ujatn, masyarakat diharapkan semakin memahami pentingnya menjaga adat istiadat, mempererat persatuan, serta memperkuat nilai gotong royong dalam kehidupan bermasyarakat.
DAD Kubu Raya, Ketimanggongan, Ormas Mangkok Merah DPC Kubu Raya, dan seluruh masyarakat yang terlibat menunjukkan bahwa pelestarian adat dan budaya bukan hanya menjadi tanggung jawab para tokoh adat, melainkan merupakan kewajiban bersama.
Dengan semangat melestarikan adat, menjaga budaya, dan menghormati warisan leluhur, Ritual Adat Bapinta Ujatn di Situs Keramat Ne Oto’ menjadi salah satu momentum penting dalam memperkuat eksistensi masyarakat adat Dayak di Kabupaten Kubu Raya.“Adat tetap dijunjung, budaya tetap dilestarikan, dan warisan leluhur tetap dijaga untuk generasi yang akan datang.”
