
KETAPANG – Ritual adat Gawai Dayak Nyapat Taunt ke-15 di Desa Kualant Hulu (Desa Botong), Kecamatan Simpang Hulu, Kabupaten Ketapang, digelar secara sederhana pada Minggu, 24 Mei 2026. Meski berlangsung tanpa rangkaian hiburan besar dan hanya dilaksanakan selama satu hari, nilai adat dan makna spiritual yang terkandung di dalamnya tetap terjaga.
Kepala Desa Kualant Hulu menjelaskan bahwa Gawai Dayak Nyapat Taunt merupakan ritual adat yang dipimpin oleh tokoh adat atau Pangalang Okang sebagai ungkapan rasa syukur kepada Sang Pencipta atas hasil panen yang telah diperoleh masyarakat. Ritual ini juga menjadi simbol penutup tahun perladangan lama sekaligus memohon keselamatan, kesehatan, dan keberkahan untuk musim tanam yang baru.
Pelaksanaan tahun 2026 dipusatkan di Rumah Dangau Adat Desa Kualant Hulu. Dalam suasana penuh kekeluargaan, para tokoh adat, perangkat desa, serta pastor paroki setempat berkumpul bersama mengikuti rangkaian ritual syukur tersebut.
Kesederhanaan perayaan terlihat dari rangkaian acara yang tidak berlangsung berlarut-larut. Tuak hasil olahan padi yang menjadi bagian dari tradisi juga disediakan secara secukupnya sebagai simbol syukur atas hasil panen masyarakat.
Menurut Kepala Desa Kualant Hulu, makna terdalam dari Gawai Dayak Nyapat Taunt bukan terletak pada kemeriahan acara, melainkan pada kebersamaan seluruh warga desa. Dalam ritual tersebut, setiap orang, tanpa memandang status sosial, jabatan, maupun latar belakang, duduk bersama secara setara dan menyatukan hati dalam satu ungkapan syukur atas rezeki yang telah diberikan.
Kehadiran tokoh adat, pemerintah desa, dan pemuka agama dalam satu kegiatan juga menjadi gambaran harmoninya kehidupan masyarakat Desa Kualant Hulu, di mana adat, budaya, dan nilai keagamaan berjalan berdampingan dalam semangat persaudaraan.
Sumber: Kepala Desa Kualant Hulu.