
KAPUAS HULU, KDK NEWS – Grup hiburan Trio Lapus akhirnya memberikan klarifikasi terkait viralnya penampilan mereka saat membawakan lagu “Sagalas” karya Alfino DJ yang menuai sorotan publik di media sosial.
Melalui keterangan yang disampaikan kepada KDK News, perwakilan manajemen Trio Lapus, Alex, menyampaikan permohonan maaf kepada Alfino DJ selaku pencipta lagu “Sagalas” atas polemik yang terjadi.
Alex mengakui bahwa Trio Lapus memang membawakan lagu tersebut saat tampil di atas panggung. Namun, menurutnya, perubahan pada sebagian lirik terjadi secara spontan saat bernyanyi dan tidak dimaksudkan untuk merendahkan ataupun mengubah makna lagu secara sengaja.
“Kami meminta maaf kepada Bang Alfino DJ. Memang benar kami menyanyikan lagu Sagalas di atas panggung, tetapi ada bagian lirik yang berubah secara spontan saat tampil. Itu sifatnya improvisasi ketika bernyanyi,” ujarnya.
Ia juga menjelaskan bahwa video yang kemudian viral di media sosial bukan diunggah oleh anggota Trio Lapus, melainkan direkam dan diposting oleh pihak lain yang menyaksikan penampilan mereka.
Alex menjelaskan, nama Trio Lapus merupakan singkatan yang lahir dari candaan masyarakat. Menurutnya, mereka sering disebut “layang-layang putus” karena postur tubuh ketiga personelnya yang relatif kurus. Dari sebutan tersebut kemudian muncul nama “Lapus“.
Trio Lapus beranggotakan Alex, Kiki, dan Dimas yang berasal dari Kabupaten Kapuas Hulu. Mereka mulai dikenal luas dan viral sejak April 2026. Dalam berbagai undangan hiburan masyarakat, grup tersebut mengaku menerima bayaran sekitar Rp1,2 juta hingga Rp1,5 juta untuk sekali tampil yang kemudian dibagi bertiga.
Dalam klarifikasinya, Alex juga menyampaikan permohonan maaf kepada masyarakat atas viralnya penampilan mereka yang menggunakan pakaian perempuan dan dinilai negatif oleh sebagian pihak.
“Kami juga meminta maaf kepada semua pihak atas viralnya penampilan kami yang dianggap negatif. Tidak ada niat untuk menyinggung siapa pun,” katanya.
Sebelumnya, pencipta lagu “Sagalas”, Alfino DJ, menyatakan keberatan atas penggunaan dan pemelesetan lagunya tanpa persetujuan. Ia menilai tindakan tersebut berpotensi melanggar hak cipta dan hak moral pencipta serta dapat menghilangkan makna asli yang terkandung dalam karya tersebut.
Di tengah polemik yang berkembang, reaksi masyarakat di media sosial pun beragam. Sebagian netizen meminta agar perilaku yang dianggap tidak sesuai norma tidak dinormalisasi. Namun di sisi lain, ada pula yang memberikan apresiasi terhadap keberanian dan kreativitas Trio Lapus dalam menghibur masyarakat di atas panggung.
Hingga saat ini, kedua belah pihak telah menyampaikan pandangan masing-masing terkait persoalan tersebut.