
Isu kerusakan hutan di Indonesia kembali menjadi perhatian dunia internasional. Sebuah video yang menampilkan kondisi hutan dari udara viral di media sosial dan memicu gelombang reaksi dari warganet global. Dalam video tersebut, terlihat bentang alam yang diduga kawasan hutan telah berubah menjadi pola-pola pembukaan lahan berskala besar, memunculkan kekhawatiran akan laju deforestasi yang terus terjadi.
Akun yang membagikan video itu menyebut kondisi tersebut sebagai gambaran nyata dampak pembelian dan pembukaan lahan oleh perusahaan besar. Ia menyoroti kerugian jangka panjang yang ditimbulkan, mulai dari rusaknya ekosistem, hilangnya keanekaragaman hayati, hingga ancaman terhadap kehidupan masyarakat adat dan keberlanjutan ekonomi lokal.
Unggahan itu mendapat ribuan komentar dan dibagikan secara luas. Sejumlah warganet menyebut Indonesia sebagai salah satu negara dengan tingkat perusakan hutan tertinggi di dunia, sementara lainnya mempertanyakan komitmen pemerintah dalam menjaga hutan tropis yang selama ini dikenal sebagai paru-paru dunia.
Beberapa komentar juga menyinggung wilayah Kalimantan dan Sumatra sebagai daerah yang kerap dikaitkan dengan deforestasi akibat ekspansi industri. Aktivis lingkungan menilai viralnya video ini menjadi alarm keras bagi Indonesia agar lebih serius menegakkan perlindungan hutan dan hak masyarakat adat.
Pengamat lingkungan menyebut sorotan dunia ini seharusnya menjadi momentum evaluasi kebijakan tata kelola hutan. Tanpa perubahan nyata, Indonesia dinilai berisiko kehilangan bukan hanya hutan, tetapi juga kepercayaan global terhadap komitmen pelestarian lingkungan.