
MEMPAWAH — Kapal angkut Pasukan Bela Diri Maritim Jepang, JS Kunisaki (LST-4003), tiba di perairan Kalimantan Barat membawa tiga unit helikopter berat CH-47 Chinook untuk membantu penanganan kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di Kalimantan.
Bantuan tersebut merupakan bagian dari kerja sama kemanusiaan Indonesia dan Jepang dalam penanganan bencana. Tiga helikopter Chinook diangkut menggunakan JS Kunisaki bersama personel pendukung Jepang.
Berdasarkan keterangan Kementerian Pertahanan RI, kapal dijadwalkan merapat ke Terminal Pelabuhan Kijing, Kabupaten Mempawah. Setelah tiba, helikopter akan menjalani sejumlah persiapan, pemeriksaan teknis dan uji penerbangan sebelum digunakan dalam operasi penanggulangan karhutla.
Tiga CH-47 Chinook tersebut disiapkan untuk mendukung operasi water bombing dari udara. Operasi direncanakan berlangsung pada 12 hingga 19 September 2026, dengan penempatan dan sasaran operasi menyesuaikan perkembangan titik api serta koordinasi pemerintah Indonesia.
Kehadiran armada Jepang ini menjadi tambahan kekuatan di tengah penanganan karhutla yang masih berlangsung di sejumlah wilayah Kalimantan. Pemerintah Indonesia tetap menjadi pihak yang memimpin operasi, sementara bantuan Jepang akan diintegrasikan dengan sumber daya nasional yang telah dikerahkan.
Kementerian Pertahanan menyebut dukungan tersebut merupakan bagian dari Defence Cooperation Arrangement (DCA) Indonesia-Jepang yang salah satu ruang lingkupnya mencakup bantuan kemanusiaan dan penanggulangan bencana atau Humanitarian Assistance and Disaster Relief (HADR).
Dengan kemampuan angkut beratnya, tiga Chinook diharapkan dapat memperkuat operasi pemadaman dari udara, khususnya di wilayah yang sulit dijangkau melalui jalur darat.
Kedatangan JS Kunisaki sekaligus menjadi simbol kerja sama kedua negara dalam menghadapi bencana dan persoalan lingkungan yang berdampak langsung terhadap masyarakat.
Dilansir dari Kementerian Pertahanan RI dan sejumlah laporan media.
Selengkapnya di www.kdk.news
