
JAKARTA – Pertemuan antara Presiden Republik Indonesia, Prabowo Subianto, dengan Panglima Jilah, salah satu tokoh besar masyarakat Dayak Kalimantan, menjadi perhatian masyarakat, khususnya warga Dayak di Pulau Kalimantan.Berdasarkan informasi yang beredar melalui unggahan akun media sosial Sekretariat Kabinet yang ditampilkan dalam gambar, pertemuan tersebut berlangsung di Istana Merdeka, Jakarta, pada Jumat, 28 Agustus 2026.
Dalam pertemuan tersebut, berbagai aspirasi masyarakat Dayak Kalimantan disebut turut disampaikan. Aspirasi tersebut menyangkut pembangunan infrastruktur hingga wilayah pedalaman, pendidikan, pelestarian adat dan budaya, serta perhatian terhadap masyarakat adat.
Pembangunan Jalan di Wilayah PedalamanSalah satu persoalan yang menjadi perhatian adalah pembangunan akses jalan di daerah pedalaman Kalimantan, termasuk wilayah Sanggau dan daerah sekitarnya.

Akses infrastruktur yang memadai dinilai memiliki peran penting dalam meningkatkan mobilitas masyarakat, memperlancar distribusi kebutuhan pokok, serta membuka peluang pertumbuhan ekonomi di berbagai wilayah.Pembangunan yang merata hingga ke daerah terpencil sejalan dengan perhatian pemerintah terhadap kebutuhan masyarakat di perdesaan dan wilayah yang sulit dijangkau.
Pemerintah sebelumnya juga menegaskan pentingnya kehadiran negara hingga ke wilayah terpencil melalui pembangunan infrastruktur dan pemenuhan kebutuhan dasar masyarakat. Pendidikan Menjadi Harapan Masyarakat DayakSelain infrastruktur, sektor pendidikan juga menjadi salah satu perhatian penting.
Dalam informasi pada unggahan tersebut, pembangunan Sekolah Rakyat dan pemberian beasiswa bagi masyarakat di berbagai wilayah adat Dayak turut menjadi bagian dari aspirasi yang disampaikan.
Pendidikan menjadi salah satu kunci utama dalam mempersiapkan generasi muda Dayak agar mampu bersaing dan mengambil bagian dalam pembangunan bangsa tanpa harus meninggalkan identitas, adat, dan budaya mereka.

Harapan terhadap pemerataan pendidikan di Kalimantan sebelumnya juga telah menjadi perhatian dalam berbagai pertemuan pemerintah dengan masyarakat Dayak. Rumah Adat Dayak dan Pelestarian BudayaPembangunan rumah adat Dayak juga disebut sebagai salah satu aspirasi yang disampaikan.
Bagi masyarakat Dayak, rumah adat bukan hanya sebuah bangunan. Rumah adat memiliki nilai sejarah, identitas, kebersamaan, serta menjadi simbol keberadaan masyarakat adat yang telah hidup dan berkembang di Kalimantan selama turun-temurun.
Pelestarian rumah adat dan kebudayaan lokal diharapkan dapat terus berjalan seiring dengan pembangunan modern. Masyarakat adat berharap kemajuan pembangunan tidak menghilangkan jati diri dan warisan budaya leluhur.
Aspirasi Mengenai Kesempatan Bergabung TNI-PolriHal lain yang turut menjadi perhatian adalah aspirasi masyarakat adat terkait kesempatan generasi muda untuk bergabung dalam institusi TNI dan Polri.Dalam unggahan tersebut disebutkan adanya keinginan agar sejumlah persyaratan dapat disesuaikan kembali dengan mempertimbangkan kekhasan masyarakat adat, termasuk persoalan penggunaan tato tradisional.
Aspirasi ini pada dasarnya mencerminkan keinginan generasi muda dari berbagai komunitas adat untuk mendapatkan kesempatan yang adil dalam mengabdikan diri kepada bangsa dan negara.Tentunya, setiap perubahan atau penyesuaian kebijakan tetap berada dalam kewenangan institusi terkait dan harus mengikuti ketentuan hukum serta aturan resmi yang berlaku.
Masyarakat Adat Diajak Terlibat dalam Pencegahan KarhutlaPertemuan tersebut juga menyinggung pentingnya keterlibatan masyarakat adat dalam upaya pencegahan kebakaran hutan dan lahan atau karhutla.Kalimantan merupakan salah satu wilayah yang memiliki tantangan serius terkait kebakaran hutan dan lahan. Karena itu, peran tokoh adat dan masyarakat lokal dinilai sangat penting, terutama dalam memberikan edukasi dan mengingatkan masyarakat agar pembukaan lahan tidak dilakukan secara sembarangan.
Pemerintah sendiri dalam beberapa waktu terakhir terus memberikan perhatian terhadap pengendalian dan penanganan karhutla di Kalimantan. Keterlibatan masyarakat adat dinilai penting karena mereka memiliki pengetahuan lokal serta hubungan yang kuat dengan wilayah dan lingkungan tempat mereka tinggal.
Menjaga Alam adalah Menjaga KehidupanPesan penting yang mengemuka adalah bahwa menjaga alam merupakan bagian yang tidak dapat dipisahkan dari menjaga kehidupan.Hutan, sungai, tanah, dan lingkungan bukan hanya sumber ekonomi, tetapi juga bagian dari ruang hidup masyarakat. Oleh sebab itu, kolaborasi antara pemerintah, tokoh adat, masyarakat, aparat, dan seluruh pihak menjadi sangat penting dalam menjaga Kalimantan.
Pencegahan karhutla tidak dapat hanya dilakukan ketika api sudah membesar. Upaya tersebut harus dimulai dari edukasi, pengawasan, pencegahan, serta kerja sama seluruh elemen masyarakat.

Harapan Baru bagi Masyarakat Dayak KalimantanPertemuan antara tokoh masyarakat Dayak dan Presiden Republik Indonesia menjadi simbol penting bahwa aspirasi masyarakat adat perlu terus mendapatkan ruang untuk disampaikan.
Masyarakat berharap berbagai aspirasi yang disampaikan dapat ditindaklanjuti melalui pembahasan dan kebijakan yang nyata, khususnya dalam pembangunan infrastruktur, pendidikan, pelestarian budaya, kesempatan bagi generasi muda, serta perlindungan lingkungan.
Kalimantan bukan hanya kaya akan sumber daya alam, tetapi juga memiliki kekayaan budaya dan masyarakat adat yang harus menjadi bagian penting dalam perjalanan pembangunan Indonesia.Pembangunan yang baik adalah pembangunan yang tidak meninggalkan masyarakat di pedalaman, tidak melupakan adat dan budaya, serta tetap menjaga alam untuk generasi yang akan datang.
