
MELAWI, KDK NEWS – Kasus tayangan video tidak senonoh yang muncul di videotron milik Pemerintah Kabupaten Melawi terus menjadi perhatian publik. Di tengah proses penyelidikan yang masih berlangsung, pengusaha videotron sekaligus kreator konten, Kholiq Shaan, turut memberikan analisis teknis mengenai kemungkinan penyebab insiden tersebut.
Melalui video yang diunggah di media sosial, Kholiq menegaskan bahwa proyek videotron tersebut bukan miliknya dan dirinya tidak pernah mengikuti proses tender pengadaan.
“Yang pertama saya sampaikan, itu bukan proyek saya dan saya tidak pernah ikut tendernya,” ujarnya.
Ia juga mengapresiasi pernyataan pejabat Pemerintah Kabupaten Melawi yang mengimbau masyarakat agar tidak berspekulasi sebelum hasil penyelidikan selesai.
Namun, Kholiq kemudian memaparkan pandangannya mengenai sistem operasional videotron. Menurutnya, terdapat perbedaan antara sistem berbasis cloud dengan prosesor sinkron (synchronous processor) yang terhubung langsung ke komputer melalui HDMI atau perangkat sejenis.
Menurutnya, apabila videotron yang menampilkan tayangan tersebut menggunakan prosesor sinkron, maka pihak yang memahami sistem videotron dapat memperkirakan dari mana sumber tayangan berasal.
“Kalau prosesor yang di meja Bapak itu adalah yang dipakai untuk menayangkan videotron yang ada di luar kantor Bapak, kami-kami yang paham videotron sudah tahu kok siapa yang nge-play,” katanya.
Meski demikian, ia menambahkan bahwa apabila perangkat yang digunakan berbeda dan sistemnya berbasis cloud, maka akses terhadap sistem tersebut umumnya hanya dimiliki oleh pengguna (user) dan vendor yang mengelola akun cloud.
Dalam pernyataannya, Kholiq juga mempertanyakan kemungkinan adanya peretasan oleh pihak luar apabila benar sistem yang digunakan berbasis cloud. Ia menyebut penelusuran terhadap pihak yang bertanggung jawab seharusnya tidak terlalu sulit apabila log akses sistem dapat diperiksa.
Selain itu, ia mengaku dapat mengidentifikasi spesifikasi layar videotron dari video yang viral di media sosial. Menurutnya, videotron tersebut menggunakan tipe P012N.
Hingga berita ini diterbitkan, Pemerintah Kabupaten Melawi tetap menyatakan bahwa insiden tersebut diduga terjadi akibat akses tidak sah (peretasan) terhadap sistem videotron. Sementara itu, belum ada keterangan resmi dari aparat penegak hukum mengenai penyebab pasti maupun pihak yang bertanggung jawab atas insiden tersebut.
Catatan Redaksi: Pernyataan Kholiq Shaan dalam berita ini merupakan analisis dan pendapat teknis yang disampaikan melalui media sosial. Informasi tersebut belum dapat dianggap sebagai kesimpulan resmi penyelidikan dan masih menunggu hasil investigasi dari pihak berwenang.
