
PONTIANAK – Pemerintah Provinsi Kalimantan Barat memperkuat pengawasan mutu dan peredaran benih perkebunan untuk menjaga kualitas produk yang beredar serta meningkatkan kepercayaan masyarakat.
Upaya tersebut diperkuat melalui koordinasi bersama produsen benih yang digelar UPT Pengawasan dan Sertifikasi Benih Perkebunan Provinsi Kalbar, Kamis (8/10/2026), di Aula Oleander, BPTP Pontianak.
Plt Kepala Dinas Perkebunan dan Peternakan Kalbar, Rino Anteno Tengo, mengatakan pengawasan perbenihan merupakan langkah penting untuk memastikan benih yang beredar memenuhi ketentuan.
Ia menilai, mutu benih dan kepercayaan masyarakat merupakan dua hal yang perlu dijaga secara berkelanjutan. Pengawasan yang baik diharapkan memberikan rasa aman bagi pengguna benih sekaligus kepastian bagi pelaku usaha perkebunan.
“Pengawasan harus kita tempatkan sebagai instrumen untuk menjaga mutu, memberikan kepastian usaha, dan membangun kepercayaan masyarakat terhadap benih yang beredar,” ujarnya.
Kegiatan koordinasi tersebut dihadiri produsen benih dari berbagai wilayah di Kalimantan Barat. Forum ini menjadi sarana untuk memperkuat pemahaman bersama mengenai tanggung jawab dalam menjaga mutu dan ketertiban peredaran benih.
Rino juga mengajak seluruh pihak menjadikan pertemuan itu sebagai langkah bersama untuk membangun sistem perbenihan yang semakin tertib, profesional, dan berdaya saing.
Melalui penguatan koordinasi, Pemprov Kalbar berharap produsen dan pemerintah dapat terus bersinergi dalam menjaga kualitas benih. Dengan demikian, masyarakat memperoleh kepercayaan lebih besar terhadap benih yang beredar, sementara pengembangan sektor perkebunan daerah dapat berjalan secara berkelanjutan.