
LANDAK – Ketua Umum DPP Ormas Mangkok Merah, Iyen Bagago, mengunjungi SD Negeri 38 Jampa yang berada di Dusun Jampa, Desa Lintah Betung, Kecamatan Menyuke, Kabupaten Landak, Kalimantan Barat, Senin (15/6/2026).
Dalam kunjungan tersebut, Iyen Bagago berdialog dengan para guru dan meninjau secara langsung kondisi sarana pendidikan yang digunakan siswa untuk kegiatan belajar mengajar.
Salah seorang guru, Apriadi, mengungkapkan dirinya telah bertugas di SD Negeri 38 Jampa selama lima tahun. Guru asal Sulawesi itu mengatakan bahwa ketika pertama kali ditempatkan di sekolah tersebut, proses pembelajaran masih terbatas hingga tiga tingkatan kelas.
Seiring berjalannya waktu, sekolah yang sebelumnya berstatus sekolah mini tersebut kini telah menyelenggarakan pendidikan hingga kelas VI. Pada tahun lalu, SD Negeri 38 Jampa juga telah meluluskan angkatan pertamanya.
“Saat saya masuk ke sini, sekolah ini masih sampai kelas III. Sekarang sudah sampai kelas VI dan tahun lalu sudah meluluskan angkatan pertama,” ujar Apriadi.

Meski mengalami perkembangan, keterbatasan sarana pendidikan masih menjadi tantangan. Saat ini sekolah hanya memiliki tiga ruang belajar yang digunakan untuk kegiatan belajar mengajar enam tingkatan kelas. Untuk mengatasi keterbatasan tersebut, beberapa kelas masih menggunakan sistem pembagian ruangan dan sekat.
Selain sarana pendidikan, kondisi infrastruktur menuju Dusun Jampa juga menjadi perhatian. Akses jalan menuju wilayah tersebut mengalami kerusakan di sejumlah titik dan menjadi sulit dilalui saat musim hujan.
Masyarakat setempat juga masih menghadapi keterbatasan layanan dasar. Hingga kini sebagian kebutuhan penerangan masih mengandalkan genset milik warga karena belum tersedianya jaringan listrik yang menjangkau seluruh kawasan dusun secara memadai.
Menurut Iyen Bagago, kondisi tersebut perlu mendapat perhatian serius dari pemerintah agar masyarakat pedalaman memperoleh akses layanan dasar yang setara dengan wilayah lainnya.
Ia berharap Pemerintah Kabupaten Landak dapat mempercepat pembangunan infrastruktur jalan, meningkatkan sarana dan prasarana pendidikan, serta memperhatikan kebutuhan dasar masyarakat di Dusun Jampa.
“Kami berharap pemerintah dapat memberikan perhatian terhadap kondisi masyarakat di Dusun Jampa, terutama terkait akses jalan, sarana pendidikan, dan kebutuhan penerangan yang menjadi kebutuhan dasar masyarakat,” kata Iyen Bagago.
Dusun Jampa yang dihuni sekitar 70 kepala keluarga hingga saat ini masih menantikan peningkatan pembangunan infrastruktur guna mendukung aktivitas pendidikan, sosial, dan ekonomi masyarakat setempat.