
SEKADAU — Kondisi Jembatan Balai Sepuak di Desa Balai Sepuak, Kecamatan Belitang Hulu, Kabupaten Sekadau, Kalimantan Barat, kembali menjadi sorotan. Jembatan yang menjadi salah satu akses penting masyarakat tersebut dilaporkan mengalami kerusakan parah dan hingga kini masih digunakan warga untuk beraktivitas.
Informasi dan foto terbaru yang diterima KDK News pada Selasa (12/8/2026) memperlihatkan sejumlah bagian lantai jembatan berbahan kayu dalam kondisi lapuk, berlubang dan patah. Beberapa papan bahkan terlihat tidak lagi tersusun dengan baik sehingga terdapat celah yang cukup berbahaya bagi pengguna.
Menurut informasi warga, kondisi jembatan tersebut bukan persoalan baru. Kerusakan disebut telah berlangsung selama belasan tahun dan perbaikan yang dilakukan belum membuat kondisi jembatan benar-benar layak dan aman untuk dilalui.


“Ini jembatan satu-satunya. Ada dua yang kecil, tapi sudah hancur dan tidak bisa dilewati. Jadi hanya lewat jembatan Balai Sepuak ini,” ujar seorang warga kepada KDK News.
Jembatan tersebut menjadi akses masyarakat dari wilayah Belitang Hulu menuju sejumlah daerah lainnya, termasuk Kabupaten Sekadau dan Pontianak. Karena itu, keberadaannya dinilai sangat vital bagi mobilitas warga dan transportasi.
Warga mengaku khawatir kondisi jembatan yang semakin rusak dapat menimbulkan kecelakaan. Bahkan, salah seorang warga mengaku pernah terjatuh saat melintasi jembatan tersebut menggunakan sepeda motor. Kini, ia memilih berjalan kaki ketika melewatinya.
“Sekarang kalau lewat lebih sering jalan kaki,” ungkapnya.
Warga berharap pemerintah segera melakukan penanganan secara menyeluruh, bukan sekadar perbaikan sementara. Mereka menilai keselamatan masyarakat harus menjadi prioritas sebelum terjadi kecelakaan yang menimbulkan korban.
KDK News masih berupaya mendapatkan keterangan dari pemerintah daerah maupun pihak terkait mengenai kondisi dan rencana penanganan Jembatan Balai Sepuak tersebut.
