
KETAPANG – Kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di Jalan Poros Sungai Pelang–Tumbang Titi, Kecamatan Matan Hilir Selatan, Kabupaten Ketapang, Selasa (4/8/2026), menelan korban jiwa. Seorang pria bernama Taufik Hidayat (26) ditemukan meninggal dunia setelah diduga terjebak di kawasan yang dilanda kebakaran.
Berdasarkan informasi yang dihimpun, kobaran api disertai asap tebal diduga mengurangi jarak pandang di lokasi sehingga korban tidak dapat menyelamatkan diri. Tim gabungan Satgas Karhutla kemudian melakukan pencarian dan menemukan korban dalam kondisi meninggal dunia. Satu unit sepeda motor yang diduga digunakan korban juga ditemukan hangus terbakar.
Menanggapi peristiwa tersebut, Bupati Ketapang, Alexander Wilyo, menyampaikan belasungkawa kepada keluarga korban.
“Saya mewakili seluruh jajaran Pemerintah Kabupaten Ketapang mengucapkan turut berduka cita yang sedalam-dalamnya atas berpulangnya almarhum TH. Semoga almarhum mendapat tempat terbaik di sisi Allah SWT dan keluarga yang ditinggalkan diberikan ketabahan serta kekuatan,” ujarnya.
Bupati juga mengimbau masyarakat untuk meningkatkan kewaspadaan serta bersama-sama mencegah terjadinya kebakaran hutan dan lahan.
“Karhutla bukan hanya berdampak pada lingkungan, tetapi juga dapat mengancam keselamatan jiwa. Mari bersama-sama meningkatkan kewaspadaan agar peristiwa serupa tidak kembali terjadi,” tambahnya.
Pemerintah Kabupaten Ketapang bersama BPBD, TNI, Polri, Manggala Agni, dan unsur terkait disebut terus melakukan upaya penanganan di lokasi, mulai dari pencarian, evakuasi, hingga pemadaman api.
Hingga berita ini diterbitkan, pihak kepolisian maupun BPBD Kabupaten Ketapang belum menyampaikan keterangan resmi terkait kronologi dan penyebab pasti kejadian. Informasi yang beredar saat ini masih bersifat sementara dan masih menunggu hasil penyelidikan lebih lanjut.
Sumber: M. Karyadi Damkar.
