
Sampit, 15 Juli 2026 – Pemerintah Kabupaten Kotawaringin Timur menggelar Apel Siaga dan Gladi Kesiapsiagaan Bencana Kebakaran Hutan dan Lahan (Karhutla) serta Kekeringan Tahun 2026 di Sampit, Selasa (15/7).
Kegiatan ini menjadi langkah strategis dalam memperkuat kesiapan seluruh unsur menghadapi ancaman musim kemarau yang berpotensi meningkatkan risiko kebakaran hutan, lahan, dan kekeringan.
Apel diikuti oleh berbagai unsur, mulai dari TNI, Polri, BPBD, Dinas Pemadam Kebakaran, Basarnas, relawan, instansi pemerintah, dunia usaha, hingga organisasi kemasyarakatan. Setelah apel, peserta juga mengikuti gladi kesiapsiagaan sebagai bentuk latihan koordinasi dan respons cepat apabila terjadi bencana.
Melalui kegiatan ini, Pemerintah Kabupaten Kotawaringin Timur menegaskan pentingnya sinergi lintas sektor dalam upaya pencegahan, deteksi dini, hingga penanganan karhutla dan dampak kekeringan.
Kolaborasi seluruh pihak dinilai menjadi kunci untuk meminimalkan potensi kerugian terhadap masyarakat maupun lingkungan.Menghadapi puncak musim kemarau, masyarakat juga diimbau untuk tidak membuka lahan dengan cara membakar, meningkatkan kewaspadaan terhadap munculnya titik api, serta segera melaporkan kepada pihak berwenang apabila menemukan indikasi kebakaran agar dapat ditangani sedini mungkin.
Kegiatan serupa memang menjadi bagian dari upaya pemerintah di berbagai daerah untuk memperkuat kesiapsiagaan menghadapi musim kemarau 2026.
