
YAHUKIMO – Sebuah pesawat perintis jenis Pilatus Porter milik PT Associated Mission Aviation (AMA) dengan nomor registrasi PK-RCY diduga dibakar oleh Kelompok Kriminal Bersenjata (KKB) setelah mendarat di Lapangan Terbang Balinggama, Distrik Sobaham, Kabupaten Yahukimo, Papua Pegunungan, Kamis (2/7/2026) pagi.
Berdasarkan laporan resmi Kementerian Perhubungan dan Satgas Operasi Damai Cartenz, pesawat tersebut lepas landas dari Bandara Wamena sekitar pukul 06.30 WIT dengan membawa satu pilot dan tujuh penumpang. Enam belas menit kemudian, pesawat mendarat dengan selamat di Balinggama.
Namun, sesaat setelah mendarat, komunikasi dengan pesawat mendadak terputus. Tak lama kemudian, seorang pilot dari maskapai lain yang melintas di kawasan tersebut merekam kondisi pesawat yang sudah hangus terbakar di ujung landasan.
Insiden ini mengakibatkan pilot pesawat, Nicholas F. Goselin, warga negara Amerika Serikat, dilaporkan meninggal dunia. Hingga kini, penyebab pasti kematiannya masih menunggu hasil penyelidikan dan investigasi aparat.
Sementara itu, kondisi tujuh penumpang yang berada di dalam pesawat masih dalam proses pendataan dan verifikasi oleh aparat karena lokasi kejadian berada di wilayah pegunungan yang sulit dijangkau.
Direktur Jenderal Perhubungan Udara Kementerian Perhubungan, Lukman F. Laisa, membenarkan adanya laporan insiden tersebut. Pihaknya menyatakan pemerintah terus berkoordinasi dengan aparat keamanan untuk memastikan kondisi para penumpang serta mendukung proses evakuasi.
Kepala Satgas Humas Operasi Damai Cartenz 2026, Kombes Yusuf Sutejo, menjelaskan bahwa pesawat AMA selama ini rutin melayani penerbangan misi kemanusiaan untuk masyarakat di pedalaman Papua. Tim gabungan telah disiapkan untuk menuju lokasi guna mengevakuasi korban sekaligus melakukan olah tempat kejadian perkara (TKP).
Proses evakuasi diperkirakan menghadapi kendala karena Distrik Sobaham merupakan daerah pegunungan terpencil yang hanya dapat diakses melalui jalur udara.
Hingga berita ini diterbitkan, aparat masih melakukan penyelidikan guna mengungkap pelaku dan memastikan kronologi lengkap peristiwa tersebut.