
sumber dokumentasi warga
PONTIANAK, 25 Agustus 2026Kualitas udara di Kota Pontianak dan kawasan sekitarnya berada dalam kondisi yang semakin mengkhawatirkan dalam beberapa hari terakhir. Maraknya kebakaran hutan dan lahan (karhutla) yang meluas di sejumlah titik menyebabkan penumpukan kabut asap pekat. Kondisi ini tidak hanya menurunkan visibilitas jalanan, tetapi juga mulai mengancam dan mengganggu kesehatan warga secara nyata.
Berdasarkan pantauan di lapangan, kabut asap tebal terpantau menyelimuti permukiman warga hingga jalan-jalan utama kota, terutama pada rentang waktu pagi dan malam hari. Bau sangit khas kayu terbakar yang sangat menyengat bahkan berhasil menembus hingga ke dalam rumah-rumah warga. Selain memperpendek jarak pandang pengendara di jalan raya, pekatnya polusi asap ini berdampak langsung pada kondisi fisik masyarakat. Sejumlah warga mulai mengeluhkan berbagai gejala gangguan pernapasan, seperti batuk berdahak, sakit tenggorokan, hingga sesak napas. Tak hanya itu, iritasi mata perih, berair, serta pusing kepala juga menjadi keluhan harian bagi warga yang terpaksa harus tetap beraktivitas di luar rumah.
Dampak dari memburuknya kualitas udara ini pun mulai memicu beban tambahan pada sektor medis. Sejumlah fasilitas kesehatan di Kota Pontianak, mulai dari puskesmas hingga rumah sakit daerah, mencatatkan kenaikan grafik kunjungan pasien yang mengalami gejala Infeksi Saluran Pernapasan Akut (ISPA). Kelompok masyarakat yang masuk kategori rentan—seperti bayi, anak-anak, lansia, serta penderita penyakit bawaan seperti asma—menjadi pihak yang paling terdampak dan berisiko tinggi mengalami penurunan kondisi fisik akibat paparan partikel mikroskopis beracun ini.
Menanggapi situasi gawat udara tersebut, pihak dinas kesehatan bersama pemerintah setempat dengan tegas mengimbau masyarakat untuk sebisa mungkin membatasi aktivitas di luar ruangan demi meminimalkan risiko pajanan asap. Apabila warga mendesak harus bepergian, masyarakat dianjurkan untuk selalu menggunakan masker berstandar perlindungan tinggi, seperti masker N95 atau masker medis minimal dua lapis. Pemerintah juga menyarankan warga untuk terus memperbanyak konsumsi air putih, mengonsumsi vitamin, dan menjaga daya tahan tubuh agar tidak mudah terserang penyakit akibat cuaca ekstrem karhutla ini.
Sementara itu, Pemerintah Pusat melalui Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan (KLHK) bersama Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) mulai menerjunkan bantuan penanganan darurat ke wilayah Kalimantan Barat. Pemerintah pusat mengerahkan helikopter water bombing untuk memadamkan titik api di area yang sulit dijangkau melalui jalur darat, sekaligus mempersiapkan operasi Teknologi Modifikasi Cuaca (TMC) guna memicu hujan buatan. Selain itu, koordinasi bersama aparat penegak hukum juga ditingkatkan untuk menindak tegas pihak-pihak yang terbukti melakukan pembakaran lahan secara ilegal.
Melalui sinergi penanganan darurat ini, warga Kota Pontianak berharap pemadaman titik-titik api utama dapat berjalan cepat dan efektif. Masyarakat mendambakan kualitas udara dapat segera kembali bersih, sehingga ancaman kesehatan mereda dan roda kehidupan warga dapat berputar normal seperti sediakala.
