
Dokumentasi amatir warga Desa Batu Tiga, Kecamatan Bunut Hulu, Kabupaten Kapuas Hulu, Kalimantan Barat.
Kapuas Hulu, Kalimantan Barat (26 Agustus 2026) – Musim kemarau yang melanda wilayah Kabupaten Kapuas Hulu dalam beberapa pekan terakhir mulai berdampak pada kelancaran distribusi logistik ke daerah pedalaman. Berdasarkan pantauan dari sejumlah unggahan warga di media sosial Facebook, salah satu wilayah yang mengalami hambatan cukup signifikan adalah Desa Batu Tiga, Kecamatan Bunut Hulu, Kabupaten Kapuas Hulu, Kalimantan Barat.
Kondisi tersebut dipicu oleh mengeringnya jalur transportasi sungai yang selama ini menjadi urat nadi utama mobilitas warga setempat. Akibat surutnya debit air, kendaraan air seperti sampan dan perahu motor tidak dapat beroperasi. Merujuk pada data kependudukan resmi, Desa Batu Tiga memiliki luas wilayah 71,25 km² dan dihuni oleh 158 Kepala Keluarga (KK) dengan total 462 jiwa yang saat ini terdampak langsung oleh terhambatnya arus transporta
Kenaikan Harga Kebutuhan Pokok di Tingkat Desa
Ketiadaan akses jalan darat yang memadai memaksa sebagian warga berjalan kaki melalui jalan setapak menuju desa tetangga untuk memperoleh bahan kebutuhan pokok. Berdasarkan narasi dan informasi yang dibagikan warga di jagat maya, perjalanan pulang-pergi tersebut membutuhkan waktu sekitar 16 jam dengan medan pedalaman yang cukup berat.
Tingginya biaya dan risiko distribusi darurat lewat jalur darat ini memicu lonjakan harga komoditas baku di tingkat pedagang eceran desa. Berdasarkan keterangan warga, harga beras kualitas sedang kemasan 8 kilogram saat ini mencapai Rp300.000 per karung. Kenaikan signifikan juga terjadi pada komoditas energi dan pangan lainnya, seperti gula pasir yang dijual Rp35.000 per kilogram, minyak goreng Rp50.000 per kilogram, gas LPG 3 kilogram Rp100.000 per tabung, serta bahan bakar minyak jenis Pertalite yang menyentuh Rp40.000 per liter. Meskipun dijual dengan harga tinggi, pasokan barang kebutuhan pokok tetap terbatas sehingga masyarakat kerap mengalami kesulitan memperoleh bahan pangan.
Dampak keterisolasian tersebut juga dirasakan oleh kelompok masyarakat rentan. Salah seorang warga yang merupakan ibu tunggal dikabarkan tidak mampu mengambil persediaan beras dari desa tetangga karena harus menempuh perjalanan panjang sambil memikul barang seorang diri. Persediaan beras di rumahnya sempat habis sehingga ia hampir tidak makan seharian, hingga akhirnya mendapat bantuan beras dari warga sekitar yang peduli.
Dampak MultiSektor Terhadap Layanan Publik dan Ekonomi
Hambatan transportasi ini kini meluas dan memengaruhi berbagai sektor pelayanan publik lainnya. Di sektor kesehatan dan pendidikan, akses rujukan medis darurat ke Puskesmas kecamatan serta mobilitas bagi sekitar 176 anak usia sekolah (usia 3–22 thn) di desa tersebut menjadi sangat terbatas.
Sementara di sektor ekonomi, terhambatnya pasokan BBM berimbas pada waktu operasional genset pembangkit listrik desa. Kondisi ini turut mengganggu aktivitas mata pencaharian harian bagi 68 warga yang bekerja di sektor pertanian/peternakan serta 98 pelaku wiraswasta setempat yang kesulitan mendistribusikan hasil bumi mereka keluar wilayah. Hasil pertanian warga terancam membusuk tanpa bisa dijual keluar akibat kendala transportasi ini.
Kendala Pembangunan dan Konfirmasi Pemerintah
Hingga saat ini, program pembangunan infrastruktur jalan darat yang layak menuju Desa Batu Tiga belum dapat terealisasi. Berdasarkan informasi sekunder yang dihimpun, mandeknya proyek jalan tersebut selama bertahun-tahun disinyalir akibat beberapa faktor teknis, di antaranya benturan regulasi terkait status kawasan hutan yang memerlukan izin pelepasan dari kementerian terkait, keterbatasan anggaran daerah, serta kondisi geografis pedalaman yang ekstrem.
Sampai berita ini diterbitkan, pihak Pemerintah Kabupaten Kapuas Hulu termasuk instansi terkait seperti Dinas PUPR, Dinas Perhubungan, BPBD, maupun pihak Kecamatan Bunut Hulu belum memberikan keterangan resmi untuk memverifikasi situasi logistik di lapangan maupun langkah darurat jangka pendek yang akan diambil.
Melalui hantaran di media sosial, masyarakat Desa Batu Tiga berharap Pemerintah Kabupaten Kapuas Hulu, Pemerintah Provinsi Kalimantan Barat, dan pemerintah pusat dapat segera mempercepat pembangunan akses jalan menuju wilayah mereka. Keberadaan infrastruktur yang layak dinilai merupakan kebutuhan mendesak agar distribusi logistik, pelayanan kesehatan, pendidikan, dan aktivitas ekonomi dapat berjalan lebih baik serta mengakhiri keterisolasian yang telah berlangsung selama bertahun-tahun.
