
PONTIANAK – Sebuah video berdurasi singkat menimbulkan kehebohan di media sosial setelah diunggah ke grup Facebook KANAYATN”BAKECOH (KB). Video tersebut memperlihatkan aksi joget tak senonoh di atas panggung hiburan rakyat, yang kemudian menuai reaksi keras dari warganet, khususnya masyarakat Dayak.
Kronologi Kejadian
Video itu pertama kali diunggah oleh akun Wawan Talino pada Sabtu (18/10/2025). Dalam unggahannya, Wawan menuliskan caption bercanda yang mengomentari aksi joget berlebihan seorang perempuan dan pria di atas panggung hiburan malam.
Namun, tak lama setelah tayang, postingan tersebut menyulut perdebatan dan kecaman dari banyak anggota grup karena dianggap mencoreng nama baik suku Dayak.
Beberapa anggota grup bahkan meminta agar video tersebut segera dihapus dan pengunggahnya memberikan klarifikasi. Mereka menilai aksi joget tersebut tidak pantas dipertontonkan dan berpotensi menimbulkan kesalahpahaman publik terhadap adat serta budaya masyarakat Dayak.
Klarifikasi dari Pemilik Akun
Tak berselang lama, pemilik akun Wawan Talino akhirnya memberikan klarifikasi melalui pesan yang diterima redaksi.
Ia mengaku menyesal telah memposting video tersebut dan langsung menghapus unggahan setelah mengetahui dampak negatif yang ditimbulkan.
“Maaf bang, video-nya sudah saya hapus. Maaf jika saya salah memposting video itu di grup Dayak. Saya minta maaf sebesar-besarnya,” tulisnya dalam pesan pribadi.
“Itu video lama bang, bukan kejadian baru. Saya minta maaf atas postingan yang tidak senonoh itu,” lanjutnya.
Reaksi Publik dan Desakan Penertiban
Meski pengunggah sudah meminta maaf, gelombang komentar warganet tetap memadati kolom diskusi. Banyak yang menuntut agar pihak Dewan Adat Dayak (DAD) dan pemerintah daerah turun tangan menertibkan penyelenggara hiburan semacam itu.
Akun agusandi_89 menulis:
“Min sebelum terlambat, tolong sampaikan ke pengurus DAD untuk tertibkan Jonggan Kaset sebelum benar-benar nae nampar suku diri. Karena pemilik Jonggan nian rata-rata urang diri.”
Sementara akun dian_031294 berkomentar:
“Itu tindakan asusila yang tidak pantas dipertontonkan ke publik.”
Akun lain, hipotalamus_0_0, juga memberikan saran tegas:
“Koordinasikan dengan setiap kepala daerah untuk memantau acara gawe. Yang macam ini jangan dinormalisasikan, rusak moral generasi, buat malu.”
Beberapa pengguna lain bahkan menilai tindakan tersebut “memalukan dan mencederai moral generasi muda,” serta mendesak agar penyedia jasa hiburan yang menampilkan aksi tak senonoh ditindak secara tegas.
Respon Masyarakat Dayak
Banyak tokoh dan warga Dayak yang mengapresiasi langkah cepat warganet dalam menegur dan menuntut klarifikasi. Mereka menilai hal ini menunjukkan bahwa masyarakat Dayak masih memiliki rasa tanggung jawab sosial dan moral tinggi untuk menjaga kehormatan adat serta budaya leluhur.
“Ini bukti bahwa masyarakat Dayak tidak tinggal diam bila ada hal yang mencoreng nama baik suku sendiri,” ujar salah satu anggota grup.
Kesimpulan
Kasus video joget tak senonoh yang sempat viral ini menjadi pelajaran penting bagi masyarakat pengguna media sosial agar lebih bijak dalam membagikan konten publik.
Walau sudah dihapus dan disertai permintaan maaf, publik tetap berharap agar kegiatan hiburan di daerah lebih diawasi, dan DAD bersama aparat daerah menertibkan setiap acara yang berpotensi menyinggung nilai-nilai adat dan moral.