
LANDAK — Sebuah rumah milik warga di wilayah Kopiang, Kecamatan Mandor, Kabupaten Landak, dilaporkan hangus terbakar hingga rata dengan tanah. Peristiwa ini diduga kuat bukan kebakaran biasa, melainkan aksi pembakaran oleh orang tak dikenal.
Pemilik rumah, Susi Nuevi, mengungkapkan bahwa rumah tersebut berada di kawasan cukup terpencil, masuk ke pelosok dan belum dialiri listrik. Tidak ada sambungan listrik PLN, panel surya, maupun sumber listrik lain yang memungkinkan terjadinya korsleting.
“Kalau ada listrik kami masih bisa berpikir kebakaran karena konslet. Tapi ini sama sekali tidak ada listrik,” ujarnya.
Rumah tersebut memang sudah lama tidak ditinggali, namun masih rutin dicek seminggu sekali karena adik pemilik rumah masih bersekolah di Mandor. Rumah itu rencananya akan kembali ditempati setelah adik mereka lulus sekolah tahun ini.
Sekitar empat hari sebelum kejadian, ayah pemilik rumah sempat datang ke lokasi untuk melihat kondisi rumah sambil memetik buah jambu. Saat itu, rumah masih dalam kondisi utuh dan tidak ada tanda-tanda kebakaran.
Peristiwa ini baru diketahui pada pagi hari setelah seorang warga yang melintas—diduga sedang berburu—melihat rumah tersebut sudah rata dengan tanah, hanya menyisakan abu yang masih terlihat baru. Warga tersebut kemudian langsung menghubungi keluarga pemilik rumah.
Menurut keterangan warga sekitar, sehari sebelumnya sempat terlihat asap dari arah rumah tersebut. Namun warga mengira asap berasal dari aktivitas pembakaran paralon untuk keperluan dompeng di kawasan cagar, sehingga tidak menaruh curiga.
Lokasi rumah yang jauh dari pemukiman dan tidak memiliki tetangga terdekat membuat kejadian ini tidak segera diketahui. “Ibaratnya rumah kami itu seperti rumah kak mongo, jauh dan sendirian,” tambah Susi.
Pihak keluarga mengaku sangat terpukul. Mereka menegaskan tidak pernah memiliki masalah atau berbuat jahat dengan siapa pun. Hingga kini, pelaku pembakaran belum diketahui.
Keluarga juga mengaku ragu untuk melaporkan kejadian ini ke pihak kepolisian karena lokasi yang sangat terpencil dan proses hukum yang dinilai akan cukup sulit.
Peristiwa ini menimbulkan keprihatinan mendalam dan memunculkan pertanyaan besar: siapa pelaku di balik pembakaran rumah warga tak berpenghuni di pelosok Mandor, dan apa motifnya?