
SUNGAI AMBAWANG – Upaya pelestarian adat dan budaya Dayak di Kabupaten Kubu Raya terus diperkuat. Menjelang perayaan tahunan Gawai Naik Dango ke-XLI, panitia pelaksana menggelar Pra-Technical Meeting di Mega Tenda Paroki Santo Fidelis, Kecamatan Sungai Ambawang, Sabtu (7/2/2026).
Pertemuan ini menjadi langkah awal untuk mematangkan koordinasi teknis sekaligus menyatukan persepsi antara panitia, kontingen, dan pihak terkait sebelum memasuki rangkaian perlombaan serta ritual adat inti. Dalam forum tersebut dibahas aturan lomba, kesiapan sarana dan prasarana, hingga jadwal pelaksanaan kegiatan agar seluruh rangkaian acara dapat berlangsung tertib dan khidmat.
Sebagai penyelenggaraan ke-41, Naik Dango tahun ini diharapkan menghadirkan kualitas pelaksanaan yang lebih baik, baik dari sisi kesakralan ritual adat maupun kemeriahan festival budaya. Panitia juga menargetkan perayaan ini mampu menjadi ruang pelestarian nilai-nilai leluhur sekaligus daya tarik wisata budaya bagi masyarakat luas.
Naik Dango merupakan tradisi syukur masyarakat Dayak atas hasil panen padi kepada Sang Pencipta, yang dikenal sebagai Sengalang Burong atau Jubata. Melalui rapat prapersiapan ini, seluruh pihak berharap perayaan Naik Dango di Kubu Raya dapat berjalan lancar, penuh makna, serta semakin memperkuat identitas budaya Dayak di tengah perkembangan zaman.