
NGADA, NTT — Seorang siswa Sekolah Dasar di Kecamatan Jerebuu, Kabupaten Ngada, Nusa Tenggara Timur, dilaporkan meninggal dunia pada akhir Januari 2026. Peristiwa ini tengah ditangani aparat kepolisian setempat dan mendapat perhatian luas masyarakat.
Berdasarkan keterangan awal yang beredar di media sosial, korban merupakan anak dari keluarga kurang mampu. Informasi tersebut menyebutkan adanya keterbatasan ekonomi yang berdampak pada pemenuhan kebutuhan dasar pendidikan. Namun, aparat menegaskan bahwa proses pendalaman masih dilakukan dan publik diminta menunggu keterangan resmi.
Dalam penanganan di lokasi, petugas menemukan sebuah catatan tulisan tangan yang diduga ditujukan kepada orang tua korban, catatan itu berisi pesan perpisahan dan permohonan agar sang ibu tidak bersedih.
Pakar perlindungan anak mengingatkan bahwa anak-anak belum memiliki kemampuan memadai untuk mengelola tekanan emosional. Karena itu, dukungan keluarga, sekolah, dan lingkungan sekitar sangat krusial, terutama bagi anak dari keluarga rentan. Akses terhadap kebutuhan belajar, pendampingan psikososial, serta komunikasi yang terbuka perlu diperkuat agar anak tidak menghadapi beban sendirian.
Peristiwa ini menjadi pengingat bersama bagi pemerintah, sekolah, dan masyarakat untuk memastikan setiap anak memperoleh hak dasar pendidikan dan perlindungan yang layak.