
NGABANG – Duka keluarga korban kecelakaan maut di Pal 16 Ngabang, Kabupaten Landak, belum juga berakhir. Insiden tragis yang terjadi pada Sabtu (8/11/2025) sekitar pukul 08.00 WIB itu menelan satu korban jiwa dan satu luka berat. Hingga kini, keluarga menilai pihak perusahaan belum menunjukkan tanggung jawab yang sepadan dengan dampak yang mereka alami.
Peristiwa tersebut melibatkan truk tangki CPO milik PT. Marga Dinamik Perkasa dengan nomor polisi KH 8135 GJ. Dalam kejadian itu, Elisabeth Ostrita Kause meninggal dunia di tempat, sementara Rita, ibu dari korban, mengalami luka berat dan masih dirawat intensif pascaoperasi di bagian kepala dan kaki.
Keluarga Korban Kecewa, Nilai Tak Ada Etikat Baik
Perwakilan keluarga korban, Noven Honarius, menyampaikan kekecewaan mendalam terhadap sikap perusahaan yang dinilai abai setelah pertemuan awal di Pontianak pada 10 November 2025.
“Sebelumnya kami sudah menerima dengan rasa duka dan pihak perusahaan menyatakan siap bertanggung jawab. Tapi sampai hari ini, belum ada satu pun tindakan nyata yang kami rasakan,” ujar Noven, Rabu (12/11).
Ia menegaskan, keluarga masih menanggung seluruh biaya pengobatan ibunya secara pribadi, sementara perusahaan baru memberikan uang belasungkawa sebesar Rp5 juta.
“Ini bukan soal uang semata, tapi soal tanggung jawab dan rasa kemanusiaan. Ibu kami masih berjuang untuk sembuh. Kami berharap perusahaan sadar, karena ini bukan musibah kecil — ini soal nyawa dan kesembuhan,” tegasnya.
Soroti Perusahaan Angkutan CPO
Lebih lanjut, Noven menyerukan agar pemerintah dan pihak berwenang memperketat pengawasan terhadap perusahaan angkutan CPO yang beroperasi di Kalimantan Barat. Menurutnya, banyak kecelakaan melibatkan truk CPO yang dikemudikan tanpa disiplin keselamatan.
“Saya minta kepada para sopir dan perusahaan CPO, jangan lagi membawa kendaraan dalam keadaan capek, mabuk, atau tidak fokus. Dalam bulan ini saja sudah banyak korban jiwa di Kalbar. Jangan sampai yang sudah mengorbankan orang lain tetap bebas membawa kendaraan,” ujarnya menegaskan.
Respons Perusahaan Masih Dinanti
Hingga berita ini diterbitkan, pihak PT. Marga Dinamik Perkasa belum memberikan keterangan resmi terkait pernyataan keluarga korban. Upaya konfirmasi yang dilakukan redaksi Kabar Digital Khatulistiwa melalui pesan resmi ke manajemen perusahaan masih menunggu tanggapan dari General Manager (GM) yang dikabarkan sedang di luar kota.
Polisi Masih Lakukan Penyelidikan
Dikonfirmasi terpisah, pihak Satlantas Polres Landak menyatakan penyelidikan masih berlangsung. Polisi masih mendalami unsur kelalaian serta memastikan apakah ada pelanggaran prosedur keselamatan dalam operasional kendaraan tangki CPO tersebut.
“Jangan Anggap Nyawa Tak Bernilai”
Menutup pernyataannya, Noven menyampaikan pesan emosional yang mewakili keluarga korban.
“Nyawa adik dan kesembuhan ibu saya jangan dianggap tiada arti,” katanya dengan suara bergetar.