
PONTIANAK – Komunitas Kami Dayak Kalbar (KDK Official) terus menunjukkan eksistensinya sebagai media komunitas yang aktif menyuarakan budaya, identitas, serta isu-isu sosial yang berkaitan dengan masyarakat Dayak di Kalimantan Barat. Komunitas ini diketahui didirikan pada 12 Januari 2018 dan hingga kini tetap konsisten menjalankan perannya di ruang digital.
Melalui akun Instagram @kamidayakkalbar, KDK hadir sebagai wadah informasi, edukasi, dan ekspresi masyarakat Dayak Kalbar. Beragam konten rutin dibagikan, mulai dari pengenalan budaya Dayak, sejarah, nilai adat, hingga respons terhadap isu-isu aktual yang berkembang di Kalimantan Barat.
Dalam perjalanannya, KDK tidak hanya menampilkan sisi budaya, tetapi juga kerap menyoroti persoalan lingkungan, sosial, dan kebijakan yang dinilai berdampak langsung pada masyarakat adat Dayak. Sikap kritis tersebut menjadikan KDK dikenal sebagai salah satu media komunitas yang berani bersuara dan berpihak pada kepentingan masyarakat lokal.
Memasuki usia 8 tahun pada 12 Januari 2026, KDK Official menegaskan komitmennya untuk terus menjaga marwah adat dan budaya Dayak, sekaligus menjadi jembatan informasi di tengah derasnya arus media sosial. Konsistensi ini pula yang membuat KDK mendapat perhatian luas dari berbagai kalangan, baik komunitas adat, pemuda Dayak, hingga masyarakat umum di Kalimantan Barat.
Selain sebagai media informasi, KDK juga berperan dalam memperkuat solidaritas antar masyarakat Dayak lintas daerah di Kalbar. Interaksi dengan berbagai komunitas dan tokoh adat kerap terlihat dalam kolom komentar maupun kolaborasi konten yang mereka bagikan.
Keberadaan KDK Official dinilai penting di era digital saat ini, ketika isu budaya dan adat kerap terpinggirkan oleh konten hiburan semata. Dengan mengusung identitas lokal dan semangat kebersamaan, KDK berupaya menjaga agar suara masyarakat Dayak Kalimantan Barat tetap terdengar, dihormati, dan dipahami oleh publik luas.
Dengan perjalanan yang telah dimulai sejak 12 Januari 2018, KDK Official kini menjadi salah satu referensi media komunitas Dayak Kalbar yang terus tumbuh dan beradaptasi, tanpa meninggalkan akar budaya yang menjadi jati diri masyarakat Dayak.