
KAMPUNG BALIUKNG, yang terletak di Desa Anik Dingir, Kecamatan Menyuke, Kabupaten Landak, Kalimantan Barat, perlahan menunjukkan wajah perubahan. Berada di wilayah pedalaman, kampung ini menjadi contoh nyata bagaimana semangat kebersamaan dan swadaya mampu mendorong kemajuan tanpa harus selalu menunggu uluran tangan dari luar.
Tokoh masyarakat setempat, Yosua, mengungkapkan bahwa salah satu capaian penting yang kini dirasakan warga adalah tersedianya akses listrik dan jaringan internet yang sudah berjalan cukup lancar. Menariknya, fasilitas tersebut terwujud dari inisiatif dan partisipasi langsung masyarakat Kampung Baliukng.

“Ini hasil swadaya warga. Kami bergerak bersama karena sadar kebutuhan dasar ini penting untuk pendidikan, komunikasi, dan masa depan anak-anak,” ujarnya.
Selain upaya mandiri masyarakat, pemerintah desa juga berperan melalui pemanfaatan dana desa untuk pembangunan infrastruktur dasar. Beberapa proyek yang telah dilaksanakan antara lain pembangunan jembatan penghubung serta penataan jalan dengan material batu, yang sangat membantu mobilitas warga sehari-hari.


Meski demikian, harapan masyarakat Kampung Baliukng belum berhenti di situ. Salah satu kebutuhan utama yang masih dinantikan adalah pengaspalan jalan, agar akses menuju kampung semakin baik dan tidak lagi terkendala saat musim hujan. Jalan yang layak diyakini akan membuka peluang ekonomi, memperlancar distribusi hasil pertanian, serta mempermudah akses ke fasilitas pendidikan dan kesehatan.

Sebagai wilayah yang mayoritas penduduknya menggantungkan hidup pada sektor pertanian, Kampung Baliukng menyimpan potensi besar. Dengan dukungan infrastruktur yang memadai dan semangat gotong royong yang terus terjaga, warga optimistis kampung mereka akan berkembang lebih maju.
Kisah Kampung Baliukng di Desa Anik Dingir menjadi pengingat bahwa perubahan bisa dimulai dari kesadaran bersama. Ketika masyarakat bergerak, harapan pun menemukan jalannya. (*/jul)