
Nabire — Dalam rangka menjaga stabilitas keamanan dan ketertiban masyarakat (Kamtibmas), personel Korpasgatterus melakukan pengetatan penjagaan di sejumlah titik objek vital dan jalur distribusi logistik di wilayah Papua.Berdasarkan pantauan di lapangan, prajurit Korpasgat terpantau melakukan pemeriksaan secara intensif dan menyeluruh terhadap setiap kendaraan maupun barang kargo yang akan keluar dan masuk area terbatas (Restricted Area).
Pemeriksaan kendaraan tidak pandang bulu. Mulai dari mobil bak terbuka (pick-up), mobil pribadi, hingga truk tangki Bahan Bakar Minyak (BBM) tak luput dari pengecekan petugas. Personel Korpasgat tampak memeriksa dengan teliti bagian kabin, kursi penumpang, hingga ruang muatan kendaraan untuk memastikan tidak ada barang ilegal atau berbahaya yang diselundupkan.
Dalam pelaksanaannya, personel TNI tidak bekerja sendiri. Sinergitas yang kuat terlihat antara aparat militer dengan Satuan Pengamanan (Satpam) internal kawasan tersebut. Mereka bahu-membahu menjalankan prosedur operasional standar (SOP) pemeriksaan di gerbang utama area instalasi.

Selain kendaraan, pengawasan ketat juga diberlakukan pada sektor distribusi barang. Tampak prajurit TNI turut mengawal dan memeriksa tumpukan paket dan kargo di area penerimaan barang berbahaya (DG Acceptance / Dangerous Goods).
Pemeriksaan di gudang logistik ini sangat krusial guna mengantisipasi peredaran barang-barang terlarang, amunisi, maupun bahan peledak yang berpotensi mengganggu kedamaian di bumi Cenderawasih.
Langkah preventif ini merupakan bentuk komitmen kehadiran negara melalui TNI dalam memberikan rasa aman bagi masyarakat, sekaligus menjamin kelancaran roda perekonomian dan distribusi energi di wilayah Timur Indonesia.”Masyarakat dan para pelaku jasa logistik dihimbau untuk selalu kooperatif saat melintasi pos-pos pemeriksaan, karena langkah ini diambil semata-mata demi keselamatan dan kenyamanan bersama.” ujar Pelaksana Harian di Bandara Nabire, Lettu Pas Yudha Satria.