
SAMPIT – Berdasarkan informasi yang beredar di media sosial mengenai penyerangan oleh kelompok yang disebut sebagai “kayau” di sebuah pondok di kebun durian yang diklaim berada di wilayah Desa Sungai Hanya, pihak Pemerintah Desa Sungai Hanya bersama apparat kepolisian setempat lakukan langkah cepat untuk menggali kebenaran fakta di lapangan, Rabu, (07/01/26).
Kepala desa Sungai Hanya Aloki Anjaskan bersama dengan dua orang anggota kepolisian dari Polsek Antang Kalang turut serta dari pihak humas perusahaan PT Unggul Lestari turun langsung mendatangi tempat kejadian. Pihaknya juga menyambangi salah satu pondok warga sekitar yaitu pondok bapak Bagau yang merupakan tetangga terdekat yang berkisar kurang lebih 200 meter dari tempat kejadian.
Menurut informasi yang didapat, bahwa pelaku yang dimaksud dalam informasi yang beredar berjumlah 4 orang bukan 5 orang. Beliau membenarkan kejadian tersebut dan sempat berupaya melakukan pengejaran hingga berkomunikasi dengan pihak perusahaan setempat agar mengecek setiap pos jaga, maupun dengan pihak pemilik Feri penyebrangan di Desa Sungai Hanya, hal ini dikarenakan di duga pelaku tersebut berlari ke arah jalan kas Desa Sungai Hanya.
Kemudian setelah ditelusuri lebih dalam bahwa lokasi kejadian yang dimaksud bukanlah masuk wilayah desa Sungai Hanya namun berada di wilayah Desa Sempayang, kec. Antang Kalang tepatnya di pondok Sdr. Bapak Itom yang merupakan warga desa Sempayang.
Adapun anak SMP yang dimaksud pada informasi yang beredar merupakan anak dari Sdr. Bapak Itom. Dalam perbincangan anak dari Sdr. Bapak Itom tersebut mengungkapkan bahwa kejadian tersebut terjadi pada hari minggu ksekitar pukul 14:00 WIB, saat itu anak dari Sdr. Bapak Itom sedang mengambil jemuran, kemudian tiba-tiba terdengar orang memanggil dengan teriakan dari kejauhan yang kemudian dibalas dengan menyahut kembali. Setelah di lihat dari arah suara itu tedapat 4 orang berbaju hitam semu lengan panjang dan membawa mandau di pinggangnya sambil menenteng karung, dan memakai ikat kepala kain merah dan tangan mereka ada ikat kain merah juga, salah satunya memakai topi dan kain merah yang di ikat pada topi.

“Pada hari itu kejadiannya pada hari minggu kira-kira pukul 2 sore, saat itu saya sedang mengambil jemuran, tiba-tiba ada terdengar orang memanggil dengan teriakan dari kejauhan, lalu saya juga membalas menyahut, setelah saya lihat dari arah suara itu ada 4 orang berbaju hitam semu lengan panjang dan membawa mandau di pinggangnya sambil menenteng karung, dan memakai ikat kepala kain merah dan tangan mereka ada ikat kain merah juga, ada satu orang pakai topi dan kain merah itu di ikat pada topinya” Ungkap sang anak yang tak disebutkan Namanya
“Setelah mendekat saya pun langsung lari ke pondok menaruh jemuran, dan saya lari dengan membaya pisau dapur dan anak kucing saya, saya lari ke arah sungai tempat kami biasa mandi lalu saya bersembunyi sembari menelpon ibu saya agar cepat pulang ke pondok karena saya merasa aneh dengan penampilan dan gelagat dari keempat orang itu” jelasnya saat menceritakan kejadian tersebut.
Sang anak juga menceritakan bahwa keempat orang tersebut sempat mengobrak abrik pondok tersebut dan sempat mendengar ucapan dari salah satu orang tersebut dengan nada yang sedikit kesal. Kemudian pada saat orang tersebut telah pergi dan didapati barang-barang dipondok tidak ada yang hilang satupun.
“Dari Semak-semak saya melihat mereka langsung masuk ke pondok dan mengobrak – abrik barang-barang di dalam pondok, lalu dari Semak-semak saya mendengar mereka berbicara dalam Bahasa Dayak begini “Ceh jagai tege ulu palus akan sakin taluh kanih”, Ungkap Sang anak sambil meniru ucapan orang tersebut.
Dalam kejadian tersebut sang anak mengungkapkan bahwa dari keempat orang yang sempat Ia lihat, Ia mengenali wajah salah satunya namun tidak tau namanya. Hal ini diungkapkan karena dari salah satu yang sempat Ia lihat bahwa Ia mengenali wajah salah satu orang tersebut yang juga pernah datang kerumah mereka di Desa Sempayang.

Dari hasil keterangan yang didapat, pihak kepolisian akan menyelidiki kasus tersebut dan mencari tau apa motif dari pelaku. Adapun Aloki selaku Kades Sungai Hanya mengimbau kepada masyarakat untuk tidak menyebarkan informasi yang belum jelas kebenarannya dan selalu memverifikasi data melalui saluran resmi.
Aloki berharap agar kasus ini segera diusut serta pelaku segera di tangkap, dan menghimbau kepada seluruh masyarakat agar tetap tenang dan berhati-hati walaupun kejadian tersebut buka di wilayahnya dan bukan terjadi pada warganya seperti yang beredar di medsos, Pihaknya tetap siap membantu jika di butuhkan.
“Saya berharap agar kasus ini segera diusut serta pelaku segera ditangkap, kita serahkan kepada aparat kepolisian. Saya menghimbau kepada seluruh masyarakat agar tetap tenang dan berhati-hati walaupun kejadian tersebut bukan di wilayah Sungai Hanya dan bukan terjadi pada warga Kita seperti yang beredar di medsos, Kita tetap siap membantu jika di butuhkan”. Tutup Alok