
LANDAK – Sejumlah perempuan muda yang dikenal aktif di media sosial mengaku menjadi korban penyalahgunaan foto. Gambar-gambar pribadi mereka yang awalnya sopan dan wajar, ternyata diedit secara tidak senonoh menggunakan teknologi Artificial Intelligence (AI) oleh akun palsu di media sosial.
Salah satu korban, pemilik akun @dea08_05, mengungkapkan kepada redaksi bahwa akun palsu tersebut telah mencuri foto-foto mereka dari media sosial, kemudian mengeditnya menjadi tidak pantas dan membagikannya kembali seolah-olah itu milik asli mereka.
“Itu bukan akun asli kami, min. Mereka ambil foto kami, terus diedit gak senonoh gitu. Akun asli kami gak pernah posting yang kayak gituan,” ujar Dea melalui pesan langsung kepada KDK News.
Dea menambahkan, akun palsu tersebut menggunakan teknologi AI untuk memanipulasi wajah dan tubuh para korban.
“Itu di-edit pakai AI, min. Kami juga risih, malu banget fotonya dijadiin kayak gitu,” tambahnya.
Menurut Dea, terdapat beberapa temannya yang juga menjadi korban serupa. Nama-nama seperti Dini, Nela, Kesi, Emel, Elsa, dan Dea disebut menjadi target utama akun tersebut. Mereka semua diketahui adalah perempuan asal Kalimantan Barat yang aktif di media sosial dan sering mengunggah konten positif tentang keseharian mereka.
Ketika ditanya sejak kapan kasus ini diketahui, Dea menjelaskan bahwa penyalahgunaan foto mereka sudah terjadi sekitar satu bulan terakhir.
“Kurang lebih satu bulan yang lalu, min. Baru kami sadar waktu lihat akun ‘Dania Gadis Dayak’ posting foto hasil editan itu,” ungkapnya.
Para korban kemudian menunjukkan foto asli mereka yang diambil di Rumah Radakng, Pontianak, sebagai bukti bahwa gambar yang tersebar di dunia maya telah dimanipulasi.
“Ini kami yang asli, min, foto kami di Rumah Radakng itu,” tulis Dea sambil mengirimkan beberapa foto aslinya.



Pihak redaksi KDK News menyarankan agar para korban segera membuat laporan resmi ke pihak kepolisian, mengingat tindakan penyebaran konten hasil edit tersebut jelas meresahkan masyarakat dan mencemarkan nama baik para korban.
“Besok kalian buat laporan ke kantor polisi, ya. Laporkan akun itu, kami juga bantu kawal dan lacak,” tulis redaksi dalam percakapan.
Dea berharap agar pihak berwajib dan masyarakat bisa membantu melacak serta menindak tegas pelaku penyebaran foto editan tak senonoh tersebut.
“Tolong bantu lacak ya, min. Kami benar-benar malu dan terganggu,” ujarnya.
Kasus ini menambah panjang daftar kejahatan digital berbasis AI yang merugikan masyarakat, khususnya perempuan muda. Para korban menegaskan bahwa mereka tidak pernah membuat atau memposting konten tidak senonoh dan meminta agar masyarakat tidak mudah percaya pada akun palsu yang menggunakan nama dan wajah mereka.
Pihak redaksi bersama korban akan terus mengawal kasus ini hingga pelaku berhasil diungkap.