
LANDAK – Hingga awal Februari 2026, warga Desa Ongkol Padang, Kecamatan Menyuke, Kabupaten Landak, Kalimantan Barat, masih hidup tanpa aliran listrik. Kondisi ini kembali ditegaskan langsung oleh warga melalui pesan singkat kepada redaksi, menepis anggapan seolah persoalan listrik di desa tersebut telah mendapat solusi.
“Kami belum ada penerangan listrik, min,” tulis seorang warga Ongkol Padang, Senin (2/2/2026).
Masalah Lama yang Tak Kunjung Tuntas
Ketiadaan listrik di Desa Ongkol Padang bukan persoalan baru. Selama bertahun-tahun, warga terpaksa mengandalkan genset pribadi dan penerangan seadanya. Saat malam tiba, rumah-rumah dan akses jalan desa gelap gulita. Anak-anak belajar dalam keterbatasan cahaya, sementara aktivitas ekonomi warga praktis terhenti selepas senja.
Warga menilai listrik bukan sekadar fasilitas tambahan, melainkan kebutuhan dasar yang menentukan kualitas pendidikan, ekonomi, dan kesejahteraan masyarakat desa.
Sorotan Publik dan Ancaman Golput
Persoalan ini sempat mencuat ke ruang publik pada 2023 menjelang Pemilu 2024. Warga menyuarakan kekecewaan karena permintaan listrik yang diajukan selama ini tidak mendapat kejelasan. Bahkan, sebagian warga sempat mengancam akan tidak menggunakan hak pilih (golput) sebagai bentuk protes terhadap pemerintah dan pihak terkait.
Sorotan tersebut akhirnya memicu respons aparat, namun belum menghasilkan perubahan nyata di lapangan.
Kunjungan Aparat Tanpa Kepastian Solusi
Pada 21 Oktober 2023, Kapolres Landak AKBP I Nyoman Budi Artawan bersama jajaran melakukan kunjungan ke Desa Ongkol Padang untuk mendengar langsung keluhan warga terkait ketiadaan listrik. Dalam kunjungan itu dilakukan dialog dengan pemerintah desa dan tokoh masyarakat, serta penyaluran bantuan sosial.
Namun, kunjungan tersebut tidak disertai kepastian waktu realisasi listrik, melainkan sebatas janji koordinasi dengan instansi terkait.
Hingga kini, tidak terdapat informasi resmi mengenai kunjungan lanjutan dari pemerintah daerah atau dinas teknis terkait yang berujung pada pemasangan jaringan listrik PLN di desa tersebut.
Update 2026: Kondisi Masih Sama
Lebih dari dua tahun sejak kunjungan tersebut, kondisi Desa Ongkol Padang tidak mengalami perubahan signifikan. Warga menegaskan bahwa hingga Februari 2026, listrik belum juga masuk ke desa mereka.
“Kalau malam tetap gelap. Kami masih pakai genset sendiri kalau ada,” ungkap warga.
Belum adanya kepastian jadwal realisasi listrik memunculkan kekecewaan baru di tengah masyarakat. Warga berharap pemerintah daerah dan pihak terkait tidak lagi berhenti pada pendataan, kunjungan, atau janji, melainkan menghadirkan solusi nyata.
Pertanyaan yang Belum Terjawab
Dengan kondisi desa yang sudah lama diketahui belum teraliri listrik, publik mempertanyakan:
° Mengapa hingga kini belum ada jadwal pasti realisasi listrik?
° Sampai kapan warga harus hidup tanpa akses energi dasar?
° Apakah pemerataan pembangunan benar-benar menyentuh desa-desa terpencil?
Hingga berita ini diturunkan, belum ada pernyataan resmi dari pemerintah daerah maupun PLN terkait waktu masuknya listrik ke Desa Ongkol Padang. (*/kdk)