
Pontianak — Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG) Stasiun Meteorologi Maritim Pontianak kembali mengeluarkan peringatan dini banjir ROB untuk wilayah tepian Sungai Kapuas, pesisir, dan kawasan rendah di Kota Pontianak. Puncak pasang laut diperkirakan terjadi pada 8–10 Desember 2025 dengan ketinggian mencapai 1,8 meter, yang berpotensi menimbulkan genangan di beberapa titik.
Berdasarkan grafik Prakiraan Pasang Surut Kota Pontianak, puncak pasang tertinggi terlihat pada tanggal 8 Desember, 9 Desember, dan 10 Desember 2025, terjadi antara pukul 09.00–11.00 WIB. Data menunjukkan bahwa ketinggian pasang mencapai 1,8 meter, sesuai dengan batas maksimum pasang air laut yang diperkirakan BMKG untuk tahun 2025.

Fenomena pasang maksimum ini diperkuat oleh angin yang bergerak dari Barat–Utara dengan kecepatan 1–10 knots, mendorong kenaikan muka air laut menuju daratan. Kondisi ini bersamaan dengan karakter geografis Pontianak yang berada di dataran sangat rendah sehingga rentan mengalami genangan saat terjadi pasang tinggi.
Cuaca pada periode tersebut diperkirakan berawan, dan meski tinggi gelombang laut relatif rendah di kisaran 0,1–0,5 meter, kombinasi antara pasang laut dan tekanan angin menyebabkan potensi banjir ROB meningkat.
BMKG mengimbau masyarakat yang tinggal di daerah tepian sungai, bantaran sungai, pesisir, dan kawasan rendah untuk meningkatkan kewaspadaan, terutama pada pagi hari ketika pasang mencapai puncaknya. Warga juga disarankan terus memantau informasi resmi dari BMKG untuk memperbarui kondisi cuaca dan gelombang.
Fenomena banjir ROB seperti ini rutin terjadi di wilayah pesisir, namun ketinggian pasang tahun ini termasuk salah satu yang tertinggi, sehingga langkah antisipasi dan kesiapsiagaan masyarakat dinilai sangat penting.