
KUBU RAYA — Bundaran Gaforaya resmi ditetapkan sebagai ikon baru Kabupaten Kubu Raya, Kalimantan Barat. Peresmian dilakukan pada awal Januari 2026 oleh Bupati Kubu Raya Sujiwo, disaksikan unsur Forkopimda, tokoh adat, tokoh masyarakat, pelaku usaha, serta ratusan warga. Kehadiran Bundaran Gaforaya diharapkan menjadi penanda wajah baru Kubu Raya yang merepresentasikan identitas daerah dan semangat kolaborasi lintas sektor.
Bundaran Gaforaya mengusung konsep mangrove sebagai simbol utama. Mangrove dipilih karena merepresentasikan kekuatan ekosistem pesisir, ketahanan alam, serta filosofi kebersamaan. Dalam sambutannya, Bupati Sujiwo menyampaikan bahwa mangrove adalah lambang kehidupan yang saling menopang, sebagaimana pembangunan daerah yang hanya bisa maju melalui kerja sama antara pemerintah, masyarakat, dan dunia usaha.
Pembangunan Bundaran Gaforaya merupakan hasil gotong royong berbagai pihak. Puluhan perusahaan turut berkontribusi melalui program tanggung jawab sosial perusahaan (CSR). Dukungan ini menunjukkan tumbuhnya kepercayaan dunia usaha terhadap arah pembangunan di Kubu Raya. Pemerintah daerah menegaskan bahwa kolaborasi seperti ini akan terus diperkuat untuk mendorong pembangunan yang berkelanjutan dan berpihak pada kepentingan publik.
Selain mempercantik kawasan, Bundaran Gaforaya juga dirancang sebagai ruang publik yang edukatif. Desainnya diharapkan mampu menumbuhkan kesadaran masyarakat akan pentingnya menjaga lingkungan, khususnya ekosistem mangrove yang memiliki peran vital dalam mencegah abrasi dan menjaga keseimbangan alam.
Masyarakat menyambut positif kehadiran ikon baru ini. Banyak warga menilai Bundaran Gaforaya tidak hanya memperindah kota, tetapi juga menumbuhkan rasa bangga terhadap Kubu Raya. Ke depan, pemerintah daerah berharap Bundaran Gaforaya dapat menjadi titik temu aktivitas sosial, budaya, dan ekonomi, sekaligus daya tarik baru yang memperkuat citra Kubu Raya di tingkat regional maupun nasional.