
SINTANG — Semangat pelestarian budaya dan kecintaan terhadap tanah leluhur kembali bersinar melalui karya terbaru musisi Dayak di bawah naungan Channel Adi Bangai Undai Official. Lagu berjudul “Pantun Bukit Kelam” resmi dirilis pada 23 November 2025, mengangkat keindahan alam Kalimantan, khususnya destinasi wisata kebanggaan Kabupaten Sintang, Bukit Kelam.
Terinspirasi dari kerinduan memperkenalkan keunikan Bukit Kelam kepada publik, sang kreator yang berasal dari Kecamatan Kelam mengungkapkan bahwa tempat yang sangat indah dan ikonik ini masih kurang mendapatkan perhatian dan pengembangan. Dari situlah lahir niat memperkenalkan Bukit Kelam melalui karya musik berbahasa daerah Dayak dengan nuansa budaya yang kental.

Proyek ini bermula setelah dirinya dipercaya menjadi juri Lomba Lagu Dayak PGD Sintang 2025 bersama personel grup Tajau. Dari ajang tersebut, muncul keinginan membuka ruang berkarya bagi para finalis agar tidak berhenti hanya sampai di panggung lomba. Para penyanyi seperti Mery, Angga, Elysa, Ria, serta Agustinus Manasye bergabung dalam proses produksi yang berlangsung selama hampir tiga bulan, penuh tantangan dan penyesuaian jadwal. Meski sempat tertunda dan mengalami pergantian vokalis, akhirnya lagu ini rampung dengan hasil yang membanggakan.

Dalam hal musik, proyek ini mengusung genre Dayak easy listening, sederhana namun kuat dalam karakter etnik. Di hari ketiga penayangan, video musiknya sudah hampir mencapai 9.000 penonton, menunjukkan respons positif masyarakat.
Sebagai musisi Dayak, ia berharap proyek ini menjadi energi baru bagi anak-anak muda untuk berani berkarya, bukan sekadar meng-cover lagu. Ia juga mengajak Pemda memberikan perhatian serta dukungan terhadap industri musik daerah yang membutuhkan biaya tidak sedikit untuk berkarya dan memproduksi lagu.

Tak berhenti di sini, proyek berikutnya sedang dalam tahap akhir berjudul “Lukak Nadai Bedarah” (Luka Tak Berdarah) dengan genre dangdut murni yang akan segera dirilis.
“Mari masyarakat Kalimantan Barat dukung berkarya dengan cara paling sederhana—share, like, dan subscribe channel Adi Bangai Undai Official. Kita angkat budaya Dayak melalui musik, untuk nama baik daerah dan generasi muda kita.”