
PAHAUMAN – Turnamen sepak bola tarkam di Pahauman, Kabupaten Landak, diwarnai kericuhan setelah laga sengit antara Suba FC vs Runut FC pada Rabu (20/8). Pertandingan yang awalnya berjalan penuh dukungan suporter berakhir panas hingga memicu aksi pemukulan.
Unggahan dari beberapa akun media sosial mengabarkan suasana memanas di Lapangan Sepak Bola Setia Kawan, Dusun Pahauman, Kecamatan Sengah Temila, Kabupaten Landak. Sejumlah saksi menyebut insiden berawal dari tensi tinggi antar pemain yang memicu kericuhan di area pertandingan.
Penyelesaian Melalui Jalur Kekeluargaan
Keesokan harinya, Kamis (21/8), pihak yang terlibat langsung menempuh jalur damai dengan menandatangani surat pernyataan bermaterai di hadapan pihak Polsek Sengah Temila. Dalam surat tersebut, pelaku pemukulan mengakui kesalahannya, menyampaikan permohonan maaf kepada korban, keluarga, serta tim Runut FC, dan berjanji tidak mengulangi perbuatannya.
Pihak yang bersangkutan juga menyatakan siap memberikan bantuan pengobatan kepada korban, siap menyelesaikan sanksi adat dan akan mematuhi ketentuan hukum bila melanggar kesepakatan.
Harapan Panitia
Panitia Turnamen Pahauman berharap insiden ini menjadi pelajaran bagi semua pihak. Mereka menekankan pentingnya menjunjung tinggi sportivitas agar kegiatan olahraga rakyat ini tetap menjadi ajang persahabatan, bukan perpecahan.