
PONTIANAK — Banjir kembali melanda berbagai wilayah di Kalimantan Barat sejak awal Januari 2026. Curah hujan tinggi yang terjadi secara merata, ditambah luapan sungai besar serta banjir rob di wilayah pesisir, menyebabkan ribuan rumah warga terendam dan aktivitas masyarakat terganggu.

Berdasarkan laporan BPBD Kalbar dan sejumlah media lokal, banjir tercatat terjadi di Kabupaten Sekadau, Sintang, Sanggau, Melawi, Sambas, Bengkayang, Landak, serta Kota Pontianak dan Kota Singkawang. Beberapa daerah mengalami banjir selama berhari-hari akibat air sungai yang belum sepenuhnya surut.
Di Kabupaten Sekadau, banjir mulai terjadi sejak 7 Januari 2026. Ratusan rumah warga terendam, terutama di wilayah bantaran sungai. BPBD mencatat ribuan jiwa terdampak, dengan genangan air mencapai lutut hingga pinggang orang dewasa.

Sementara itu, Kabupaten Sintang dan Melawi juga dilanda banjir akibat luapan Sungai Kapuas dan anak sungainya. Sejumlah desa dilaporkan terisolasi karena akses jalan terputus, dan warga terpaksa menggunakan perahu untuk beraktivitas sehari-hari.

Di wilayah perbatasan seperti Sanggau dan Bengkayang, hujan lebat menyebabkan banjir merendam permukiman serta fasilitas umum. Beberapa sekolah dan jalan penghubung antar kecamatan dilaporkan tidak bisa dilalui kendaraan roda dua maupun roda empat.

Tak hanya di daerah hulu, banjir juga terjadi di wilayah perkotaan. Kota Pontianak dan Singkawang mengalami genangan air di sejumlah titik akibat buruknya drainase serta pengaruh banjir rob yang dipicu pasang laut tinggi. Genangan ini mengganggu lalu lintas dan aktivitas perdagangan warga.
BPBD Kalimantan Barat mengimbau masyarakat untuk tetap waspada karena potensi hujan dengan intensitas sedang hingga lebat masih diperkirakan terjadi dalam beberapa hari ke depan. Pemerintah daerah bersama instansi terkait terus melakukan pendataan, penyaluran bantuan, serta pemantauan kondisi sungai di seluruh wilayah Kalbar.