
Rencana pengembangan destinasi paralayang di Bukit Raya Sambora, Kabupaten Mempawah, Kalimantan Barat menuai beragam tanggapan dari masyarakat. Sejumlah warga mempertanyakan izin kegiatan tersebut dan khawatir akan dampaknya terhadap lingkungan, khususnya risiko erosi dan bencana alam akibat pembukaan lahan.
Warga menilai kawasan tersebut memiliki nilai ekologis dan adat yang perlu dijaga, sehingga setiap aktivitas pembangunan seharusnya dikaji secara matang dan melibatkan semua unsur masyarakat.
Menanggapi hal itu, pengelola destinasi menegaskan bahwa kegiatan yang dilakukan bukan penebangan hutan, melainkan pengembangan wisata desa dan cabang olahraga paralayang. Program tersebut disebut telah dibicarakan bersama tokoh adat dan tokoh agama setempat.
Pengelola juga mengajak pihak yang menyampaikan keberatan untuk berdialog langsung agar tidak terjadi kesalahpahaman di ruang publik.