
Menjelang Hari Raya Natal 25 Desember 2025, masyarakat Kecamatan Serawai, Kabupaten Sintang, Kalimantan Barat, kembali mengeluhkan kondisi jalan yang rusak parah dan tidak layak dilalui. Ironisnya, kerusakan justru terjadi di pusat kecamatan, khususnya di Kota Nanga Serawai, yang seharusnya menjadi wajah utama pelayanan publik.
Kondisi jalan berlubang, berlumpur, dan sulit dilalui tersebut tidak hanya terjadi di pusat kota, tetapi juga meluas hingga wilayah Desa Tunas Harapan. Dokumentasi berupa foto dan video kondisi jalan ini diambil pada 13 Desember, dan memperlihatkan secara nyata buruknya infrastruktur jalan di wilayah tersebut.
Keluhan masyarakat ini dibenarkan oleh Noven Honarius, tokoh pemuda asal Sintang yang saat ini berdomisili di Nanga Serawai. Ia menyebut kondisi tersebut sebagai potret ketimpangan perhatian pembangunan di wilayah pedalaman.
“Serawai ini tepat di depan mata, tapi jauh dari pandangan. Jalan dan fasilitas transportasi tidak layak digunakan, seolah-olah semua ini dianggap tidak ada,” tegas Noven.
Menurut Noven, rusaknya akses jalan berdampak besar terhadap kehidupan masyarakat. Aktivitas ekonomi terganggu, distribusi barang tidak lancar, hingga memicu kenaikan harga kebutuhan pokok di Kecamatan Serawai.
“Di tengah kecamatan saja jalannya berlubang dan berlumpur. Aktivitas masyarakat sangat terganggu, dan ini menjadi salah satu penyebab inflasi di Serawai,” ujarnya.
Tak hanya jalan, Noven juga menyoroti kondisi fasilitas umum dan jembatan di Nanga Serawai yang dinilai rawan dan berpotensi membahayakan keselamatan warga. Padahal, aktivitas masyarakat di wilayah ini terbilang tinggi dengan perputaran ekonomi yang cukup cepat.
“Kondisi fasilitas umum di Serawai harus menjadi perhatian khusus. Infrastruktur yang buruk berdampak pada ekonomi, kesehatan, dan pendidikan. Di Nanga Serawai masih banyak jembatan yang rawan memakan korban,” ungkapnya.
Di akhir pernyataannya, pemuda yang dikenal kritis ini mendesak pemerintah daerah agar segera melakukan perbaikan jalan dan jembatan, khususnya di Nanga Serawai serta akses menuju Ipak dan Melona, sebelum Hari Raya Natal 2025.
“Saya minta atas nama masyarakat, jalan Nanga Serawai, Ipak, dan Melona segera diperbaiki sebelum Natal 2025 dengan cara apa pun. Pemerintah kecamatan harus berani meminta perusahaan di sekitar wilayah ini untuk peduli terhadap kepentingan umum. Jika tidak berani menegur, lebih baik simpan topi,” tutup Noven dengan tegas.