
PONTIANAK – WakilGubernur Kalimantan Barat, Krisantus Kurniawan, memberikan tanggapan tegas atas pernyataan kontroversial Rizky Kabah yang menyinggung Suku Dayak. Dalam pernyataannya, Krisantus menekankan pentingnya menjaga ucapan, terutama di ruang publik.
“Urusan ini tentu serius, tapi saya pikir ucapan harus dijaga,” kata Krisantus. Ia menanggapi pernyataan Rizky yang menyebut Suku Dayak sebagai penganut ilmu hitam. “Ilmu hitam nggak ada, cuma kulit hitam,” tegasnya.
Wakil Gubernur juga menyinggung tentang Rumah Betang, yang sempat disebut Rizky sebagai “rumah dukun.” Krisantus menegaskan, rumah betang bukanlah tempat praktik ilmu hitam, dan mengingatkan pepatah lokal, “mulutmu harimaumu.”
Krisantus menambahkan, ucapan yang tidak pantas berpotensi menimbulkan masalah hukum. “Suatu saat tentu akan bersentuhan dengan Aparat Penegak Hukum. Kalau sudah mengucapkan yang tidak pantas, yang cenderung melanggar peraturan perundangan, saya yakin nanti hasil akhirnya tentu kepada aparat,” ujarnya.
Ia juga mengingatkan masyarakat untuk bijak menggunakan media sosial dan menjaga keharmonisan antar suku serta budaya di Kalimantan Barat.
Pernyataan Rizky Kabah memicu perhatian publik, dan pihak pemerintah daerah melalui Wakil Gubernur menekankan pentingnya menghormati budaya lokal serta konsekuensi hukum dari pernyataan yang menyinggung suku tertentu.